JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ribuan personel TNI-Polri bersiaga mengawal aksi demonstrasi di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi dan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto memimpin apel gabungan di kawasan Monumen Nasional (Monas), sekaligus mengingatkan petugas agar mengutamakan pendekatan humanis.
Lebih dari 3.000 personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya mengikuti apel untuk mempersiapkan pengamanan di sejumlah titik Ibu Kota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di lokasi, sejumlah bus kepolisian terparkir berjejer, sementara anggota TNI-Polri berdiri dalam barisan dengan perlengkapan pengamanan.
Sementara itu, data terbaru yang diberitakan pada Selasa pagi menyebut Polda Metro Jaya bersama unsur terkait menyiagakan 9.505 personel gabungan untuk mengamankan 26 agenda demonstrasi dan 26 kegiatan masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Angka ini mencakup pengerahan pengamanan yang lebih luas, bukan hanya personel dalam apel di Monas.
Pangdam Jaya Minta Petugas Beri Ruang bagi Demonstran
Dalam arahannya, Deddy Suryadi meminta seluruh prajurit mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan instruksi pimpinan saat mengawal masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
Ia menekankan, keberadaan aparat harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga, sekaligus menjamin peserta aksi dapat berorasi secara tertib.
“Keberadaan aparat TNI-Polri di lapangan ini memberikan keamanan, kenyamanan, dan kesejukan untuk warga Jakarta. Berikan ruang dan waktu kepada mereka yang melaksanakan kegiatan orasi secara tertib,” ujar Deddy.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pengamanan demonstrasi tidak hanya berfokus pada ketertiban, tetapi juga pada perlindungan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Kapolda Metro Ingatkan Anggota Kendalikan Emosi
Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto juga meminta seluruh personel menjalankan tugas secara profesional dan humanis.
Ia mengingatkan anggota agar tidak terpancing provokasi atau melakukan tindakan yang dapat memicu kekerasan.
“Kita adalah prajurit-prajurit profesional yang sudah terlatih. Emosi boleh, tetapi harus tetap dikendalikan. Jangan mau terpancing oleh skenario yang memicu tindakan kekerasan,” tegas Dadang.
Karena itu, setiap anggota harus mengikuti prosedur dan menyesuaikan tindakan dengan situasi di lapangan.
Pendekatan yang terukur diharapkan dapat mencegah bentrokan serta menjaga keselamatan peserta aksi, petugas, dan masyarakat sekitar.
Mahasiswa Gelar Aksi di Dua Lokasi
Di sisi lain, aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) menjadwalkan demonstrasi untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ketua BEM Universitas Indonesia, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyampaikan bahwa aksi simbolik dijadwalkan berlangsung di Tugu Proklamasi pada pukul 09.00 WIB.
Massa kemudian merencanakan aksi lanjutan di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, sekitar pukul 15.00 WIB.
Rangkaian aksi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas warga di sejumlah ruas jalan sekitar lokasi demonstrasi.
Masyarakat yang hendak bepergian di Jakarta disarankan memantau informasi lalu lintas dan menyiapkan rute alternatif.
Pengamanan diharapkan berlangsung tertib dengan tetap menghormati hak masyarakat menyampaikan aspirasi.
Di saat yang sama, peserta demonstrasi juga diharapkan menjaga ketertiban agar kegiatan tidak membahayakan keselamatan maupun mengganggu kepentingan warga lainnya. **
Editor : Hadwan













