Kasus Iklan Bank BJB, Penyidikan KPK Dalami Dokumen Keuangan dan Sorot Ridwan Kamil

Selasa, 7 April 2026 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Posnews/Ist)

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggeber penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB.

Dalam perkara ini, nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kembali jadi sorotan setelah sebelumnya diperiksa sebagai saksi.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan penyidik kini fokus menelaah dokumen keuangan untuk memperkuat konstruksi perkara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penyidik sedang mengkaji seluruh data, terutama dokumen keuangan. Mereka memastikan status dan kelengkapan alat bukti sebelum melakukan pemanggilan lanjutan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Dokumen Keuangan Jadi Kunci

Saat ini, KPK belum memastikan jadwal pemeriksaan lanjutan terhadap Ridwan Kamil. Namun demikian, proses analisis terus berjalan intensif.

Setyo menegaskan, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan.

Baca Juga :  Warga Jakarta Wajib Lapor RT/RW Sebelum Mudik Lebaran 2026, Pemprov DKI Galakkan Siskamling

“Semua masih berproses. Kami belum menerima laporan terbaru soal jadwal pemanggilan,” tegasnya.

Aktivitas Luar Negeri Ikut Disisir

Sebelumnya, KPK juga memperluas penyidikan dengan menelusuri aktivitas Ridwan Kamil, termasuk perjalanan ke luar negeri saat masih menjabat gubernur.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan penyelidikan bermula dari komunikasi antara RK dan pihak Bank BJB.

Dari sana, penyidik mendalami:

  • Aktivitas dalam dan luar negeri
  • Dugaan transaksi penukaran valuta asing (valas)
  • Periode transaksi tahun 2021–2024

“Penukaran valas tidak hanya terjadi di luar negeri, tetapi juga di dalam negeri,” ungkap Budi.

Kerugian Negara Tembus Rp222 Miliar

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka, yakni:

  • Yuddy Renaldi (mantan Dirut Bank BJB)
  • Widi Hartono (eks Corporate Secretary)
  • Ikin Asikin Dulmanan
  • Suhendrik
  • Sophan Jaya Kusuma
Baca Juga :  Paus Leo XIV Desak Eropa Akui Kontribusi Kristen

Kelima tersangka diduga terlibat dalam pengaturan proyek iklan yang merugikan negara hingga Rp222 miliar.

Dana tersebut diduga mengalir untuk kebutuhan nonbujeter, termasuk kepentingan tertentu di luar mekanisme resmi.

KPK memastikan kasus ini belum berhenti. Penyidik masih membuka peluang memanggil saksi tambahan, termasuk pihak-pihak yang diduga mengetahui aliran dana.

Dengan demikian, posisi Ridwan Kamil masih dalam tahap pendalaman.

KPK menegaskan akan mengusut tuntas perkara ini hingga ke akar, termasuk menelusuri siapa saja pihak yang menikmati aliran uang hasil dugaan korupsi tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan
Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam
Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!
KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil
Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu
Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah
Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya
Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:06 WIB

KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah

Berita Terbaru