JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kejaksaan Agung menggeledah 14 lokasi sekaligus yang diduga terkait skandal penyimpangan pengelolaan pertambangan milik Samin Tan.
Penggeledahan besar-besaran ini menyasar 10 titik di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat, mulai dari kantor PT AKT, PT MCM, rumah tersangka, hingga kediaman para saksi.
Sementara itu, tiga lokasi lainnya berada di Kalimantan Tengah, termasuk kantor PT AKT, KSOP, dan kontraktor tambang PT ARTH.
Satu lokasi tambahan juga digeledah di Kalimantan Selatan, yakni kantor PT MCM.
“Tim penyidik telah melakukan penggeledahan dan penyitaan di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” tegas Anang Supriatna, Senin (30/3/2026).
Alat Berat hingga Dokumen Disikat Penyidik
Dari operasi tersebut, penyidik menyita berbagai barang bukti krusial. Tidak hanya dokumen dan alat bukti elektronik, tetapi juga alat berat di lokasi tambang hingga kendaraan operasional.
Langkah ini memperkuat dugaan adanya praktik tambang ilegal berskala besar yang berlangsung bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak berhenti di situ, Kejagung kini mengarahkan bidikan ke dugaan keterlibatan penyelenggara negara. Penyidik mengklaim telah mengantongi sejumlah bukti penting.
“Penyidik sudah mengantongi barang bukti dan terus mendalami pihak-pihak yang harus bertanggung jawab,” ungkap Anang.
Pendalaman ini membuka kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas dalam kasus korupsi tambang tersebut.
Samin Tan Jadi Tersangka, Tambang Ilegal Berjalan 8 Tahun
Sebelumnya, Kejagung menetapkan Samin Tan sebagai tersangka. Ia diduga sebagai beneficial owner PT AKT yang tetap menjalankan aktivitas tambang meski izinnya telah dicabut sejak 2017.
Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan perusahaan tersebut terus menambang dan menjual batu bara secara ilegal hingga 2025.
“PT AKT tetap melakukan penambangan dan penjualan hasil tambang secara melawan hukum,” tegasnya.
Kasus ini diduga menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar, meski angka pastinya masih dalam proses penghitungan auditor.
Dengan penggeledahan masif dan penyitaan alat berat, Kejagung menunjukkan keseriusan membongkar praktik korupsi di sektor tambang yang selama ini sulit disentuh.
Kasus ini diprediksi terus melebar. Publik kini menunggu langkah lanjutan Kejagung, termasuk kemungkinan penetapan tersangka baru dari kalangan pejabat atau pihak terkait lainnya. (red)
Editor : Hadwan



















