WFH Hari Jumat di Jakarta? Pemprov DKI Siap Eksekusi, Tunggu Lampu Hijau Pusat

Senin, 30 Maret 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemprov DKI siap menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan.

Namun, kebijakan ini masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat yang tengah mengkaji langkah efisiensi energi di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.

“Secara prinsip, Pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti arahan pemerintah pusat,” tegas Pramono di DPRD DKI Jakarta, Senin (30/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

WFH Jadi Strategi Hemat Energi Nasional

Pemerintah pusat kini serius mengkaji WFH sebagai solusi menekan konsumsi energi, terutama bahan bakar minyak (BBM).

Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap gejolak global yang berdampak pada pasokan dan harga energi.

Baca Juga :  Akankah Album Arirang Bawa BTS Raih Piala Grammy?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut WFH bisa menjadi langkah efektif tanpa mengorbankan produktivitas.

“WFH tidak akan mengganggu produktivitas jika diterapkan dengan tepat,” ujarnya usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

Rabu Dicoret, Jumat Jadi Opsi Kuat

Meski siap menerapkan WFH, Pemprov DKI memastikan kebijakan itu tidak akan berlaku pada hari Rabu.

Pasalnya, hari tersebut sudah ditetapkan sebagai hari wajib naik transportasi umum bagi ASN.

Sebagai gantinya, pemerintah mengkaji hari lain—dengan Jumat menjadi opsi paling realistis.

“Kalau dipilih hari Jumat, itu hari pendek, sehingga berpotensi menghemat BBM,” jelas Purbaya.

Efek Ganda: Kurangi Macet dan Polusi

Jika resmi diterapkan, kebijakan WFH diprediksi memberi dampak signifikan:

  • Mengurangi kemacetan di Jakarta
  • Menekan konsumsi BBM harian
  • Mengurangi emisi polusi udara
  • Meningkatkan efisiensi kerja ASN
Baca Juga :  Trump Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Eropa Akibat Sengketa Selat Hormuz

Dengan kata lain, WFH bukan sekadar kebijakan kerja, tetapi juga strategi lingkungan dan energi.

Pemprov Siap Eksekusi Kapan Saja

Pramono menegaskan Pemprov DKI hanya tinggal menunggu keputusan pusat. Begitu aturan resmi keluar, implementasi akan langsung dijalankan.

“Kami tinggal menunggu keputusan. Kalau sudah ditetapkan, kami langsung jalankan di luar hari Rabu,” ujarnya.

Kebijakan ini berpotensi menjadi perubahan besar dalam pola kerja ASN di Jakarta.

Jika sukses, bukan tidak mungkin WFH satu hari akan menjadi standar baru di tengah tantangan energi global. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cuaca Jabodetabek Rabu 8 Juli 2026: Cerah Berawan, Suhu Maksimal 34 Derajat
Pramono Siapkan Jalur Bawah Tanah Senayan, UMKM dan Pejalan Kaki Diuntungkan
PWI Jakut Gelar Sharing Session Jurnalistik, Perkuat Literasi Digital dan Tangkal Hoaks
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Senin 6 Juli 2026, Mayoritas Wilayah Cerah
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:21 WIB

Cuaca Jabodetabek Rabu 8 Juli 2026: Cerah Berawan, Suhu Maksimal 34 Derajat

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:44 WIB

Pramono Siapkan Jalur Bawah Tanah Senayan, UMKM dan Pejalan Kaki Diuntungkan

Senin, 6 Juli 2026 - 13:21 WIB

PWI Jakut Gelar Sharing Session Jurnalistik, Perkuat Literasi Digital dan Tangkal Hoaks

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Senin, 6 Juli 2026 - 05:11 WIB

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Senin 6 Juli 2026, Mayoritas Wilayah Cerah

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB