Kejaksaan Agung Raih Penghargaan, Institusi Terpopuler di Media Sosial 2025

Jumat, 26 September 2025 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Piagam penghargaan Kejaksaan Agung sebagai Institusi Terpopuler di Media Sosial 2025 diserahkan di JW Marriott Hotel Surabaya. Dok: Posnews

Piagam penghargaan Kejaksaan Agung sebagai Institusi Terpopuler di Media Sosial 2025 diserahkan di JW Marriott Hotel Surabaya. Dok: Posnews

SURABAYA, POSNEWS.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) menerima piagam penghargaan dari Humas Indonesia Group sebagai “Institusi Terpopuler di Media Sosial 2025”.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Anugerah Humas Indonesia (AHI) yang digelar Kamis (25/9/2025) di JW Marriott Hotel, Surabaya.

Sebagai informasi, AHI merupakan ajang kompetisi yang menilai kinerja akuntabilitas komunikasi dan keterbukaan informasi publik badan publik (government public relations/GPR).

Kompetisi ini tidak hanya menyoroti transparansi, tetapi juga menilai efektivitas komunikasi lembaga kepada masyarakat.

Pada tahun 2025, kategori Institusi Publik Terpopuler di Media Sosial dijaring melalui monitoring kuantitatif NoLimit dan analisis kualitatif Tim Humas Indonesia.

Baca Juga :  OTT KPK di Banten Bongkar Oknum Jaksa, 5 Orang Diamankan - Koordinasi Kejagung

Dari hasil evaluasi, Kejaksaan Agung terpilih sebagai pemenang kategori lembaga negara, menegaskan posisi strategis Kejagung di ranah digital.

Founder sekaligus CEO Humas Indonesia, Asmono Wikan, memberikan ucapan selamat atas prestasi ini dan menekankan pentingnya konsistensi komunikasi publik dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menyampaikan apresiasi kepada Humas Indonesia atas penghargaan tersebut.

“Prestasi ini tidak lepas dari kerja keras masing-masing bidang dan satuan kerja di Kejaksaan,” ujarnya.

Menurut Anang, media massa yang konsisten memublikasikan kinerja Kejaksaan turut berperan penting dalam mengangkat citra dan meningkatkan kepercayaan publik.

Baca Juga :  Polres Mojokerto Tangkap Waria Produksi Video Porno Gay, Jual Konten di Medsos

Mengutip pesan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapuspenkum menekankan, “Publikasikan kinerja sebagai bentuk transparansi, agar upaya penegakan hukum terlihat nyata.”

Jaksa Agung juga mengingatkan seluruh institusi Kejaksaan, baik di pusat maupun daerah, untuk mengoptimalkan komunikasi publik melalui media sosial dan platform digital, karena tanpa publikasi, kinerja Kejaksaan tidak akan diketahui masyarakat.

Lebih lanjut, Kapuspenkum menegaskan bahwa Kejaksaan akan terus bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi informasi modern. “Dengan pemanfaatan teknologi, informasi yang diterima masyarakat dapat dikelola secara baik dan berkesinambungan,” pungkasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemukim Israel Bakar Desa-Desa Palestina di Tengah Eskalasi Perang Regional
Operasi Ketupat 2026 Hari ke-11: 251 Kecelakaan, 17 Tewas – Arus Balik Mulai Meningkat
Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk
Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026
Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem
Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari
Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026
Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 20:36 WIB

Pemukim Israel Bakar Desa-Desa Palestina di Tengah Eskalasi Perang Regional

Senin, 23 Maret 2026 - 19:10 WIB

Operasi Ketupat 2026 Hari ke-11: 251 Kecelakaan, 17 Tewas – Arus Balik Mulai Meningkat

Senin, 23 Maret 2026 - 18:30 WIB

Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14 WIB

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:57 WIB

Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem

Berita Terbaru

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Mar 2026 - 17:14 WIB