OTT KPK di Banten Bongkar Oknum Jaksa, 5 Orang Diamankan – Koordinasi Kejagung

Kamis, 18 Desember 2025 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar fakta baru dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) enam orang di Banten.

Lembaga antirasuah itu memastikan seorang oknum jaksa termasuk dalam lima orang yang diamankan dalam operasi senyap pada Rabu, 17 Desember 2025.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menegaskan tim penindakan memang mengamankan aparat penegak hukum. Ia menyebut KPK langsung menangani kasus tersebut sesuai prosedur.

“Benar ada OTT. Salah satunya oknum jaksa,” ujar Fitroh di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Selanjutnya, Fitroh memastikan KPK telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait OTT kesembilan sepanjang 2025.

Koordinasi ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum.

Baca Juga :  KPK Fasilitasi Ibadah Natal 2025 untuk 12 Tahanan Korupsi di Rutan Gedung Merah Putih

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung. Kita tunggu hasil akhirnya,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, KPK menggelar OTT di wilayah Banten dan mengamankan lima orang. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan operasi tersebut berlangsung secara tertutup.

“Benar ada kegiatan OTT,” kata Budi, Kamis (18/12/2025).

Lebih lanjut, Budi menjelaskan tim KPK bergerak pada Rabu malam dan langsung mengamankan lima pihak di Banten. Namun, KPK belum membuka identitas lengkap maupun konstruksi perkara.

“Tim mengamankan lima orang. Detailnya kami sampaikan setelah proses selesai,” tegasnya.

OTT di Banten ini menambah daftar panjang operasi KPK sepanjang 2025.

Baca Juga :  Tiongkok Semprot Jepang di PBB: Ucapan PM Takaichi Soal Taiwan Dinilai Ancaman Perang

Sebelumnya, KPK menangkap anggota DPRD dan pejabat PUPR OKU Sumsel pada Maret, membongkar suap proyek jalan di Sumut pada Juni, serta mengungkap kasus korupsi RSUD Kolaka Timur pada Agustus.

Selain itu, KPK juga menindak suap pengelolaan kawasan hutan di Jakarta, pemerasan sertifikasi K3 di Kemenaker, hingga kasus pemerasan yang menyeret Gubernur Riau Abdul Wahid.

Terbaru, KPK menangkap Bupati Ponorogo dan Bupati Lampung Tengah terkait dugaan suap dan gratifikasi.

Dengan OTT terbaru ini, KPK kembali menegaskan komitmennya memburu korupsi tanpa pandang bulu, termasuk di kalangan aparat penegak hukum. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov
Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir
Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:43 WIB

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:31 WIB

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Berita Terbaru