KPK OTT Depok, Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Ditangkap, Uang Ratusan Juta Disita

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Depok, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026) malam.

Dalam operasi ini, KPK mengamankan tujuh orang terkait dugaan suap perkara.

KPK menangkap Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan.

Penyidik juga mengamankan satu pejabat PN Depok lainnya serta empat pihak PT Karabha Digdaya (KRB), termasuk direkturnya.

Baca Juga :  KPK Catat Kepatuhan LHKPN 2025 Masih 32,52 Persen, Batas Lapor 31 Maret 2026

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan OTT ini berkaitan dengan dugaan suap pengurusan sengketa lahan yang tengah berproses di PN Depok.

Penyidik Sita Uang Ratusan Juta

Selain menangkap para pihak, KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti. Penyidik masih menelusuri asal dan tujuan uang tersebut.

KPK terus memeriksa tujuh orang yang diamankan untuk menentukan status hukum mereka dalam batas waktu 1×24 jam sesuai KUHAP.

Baca Juga :  Horor di El-Fasher: RSF Dituduh Lakukan Genosida, 14 Juta Warga Sudan Mengungsi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasca OTT, penyidik KPK menyegel tiga ruangan di PN Depok, yakni ruang Ketua, Wakil Ketua, dan juru sita, guna mengamankan barang bukti.

Pengamat kebijakan publik mengapresiasi langkah KPK dan menilai OTT ini menjadi sinyal tegas pemberantasan korupsi di lingkungan peradilan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni
Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat
‘Bang Jago’ Palak Pengendara di Tanah Abang, Rampas Kartu E-Toll, 2 Pelaku Dibekuk Polisi

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:10 WIB

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:05 WIB

Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:09 WIB

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:48 WIB

Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:31 WIB

Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang

Berita Terbaru

Menembus batas identitas tunggal. Konsep interseksionalitas membuktikan bahwa perjuangan perempuan tidak bisa menggunakan pendekatan 'satu ukuran untuk semua' guna menghapus penindasan yang berlapis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:10 WIB