FLORIDA, POSNEWS.CO.ID – Musim dingin di Ukraina berubah menjadi mimpi buruk yang membekukan. Sepertiga wilayah ibu kota Kyiv kini lumpuh tanpa pemanas setelah Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesar dalam perang ini.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, melaporkan bahwa Moskow mengerahkan hampir 500 drone dan 40 rudal, termasuk rudal balistik. Target utamanya jelas: fasilitas energi dan infrastruktur sipil.
“Serangan intens ini berlangsung selama 10 jam,” tulis Zelenskyy di platform X.
Akibatnya, ratusan ribu warga harus bertahan hidup dalam suhu nol derajat Celcius tanpa listrik dan penghangat. Nahasnya, serangan brutal ini menewaskan satu orang dan melukai dua lusin lainnya.
Diplomasi di Tengah Gempuran
Serangan ini terjadi pada momen diplomasi yang sangat krusial. Zelenskyy sedang dalam perjalanan menuju Florida, Amerika Serikat. Rencananya, ia akan bertemu tatap muka dengan Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu.
Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan proposal perdamaian guna mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun. Zelenskyy mengklaim rencana perdamaian 20 poin tersebut sudah “90 persen siap”.
“Tujuan kami adalah membawanya ke 100 persen. Sejauh ini, tim negosiasi Ukraina dan Amerika telah membuat kemajuan signifikan,” ujarnya optimis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan Kanada dan Dukungan Eropa
Dalam perjalanannya, Zelenskyy sempat singgah di Kanada. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyambutnya dengan komitmen baru. Carney mengumumkan tambahan bantuan ekonomi senilai $2,5 miliar (sekitar Rp39 triliun) untuk Ukraina.
“Kami memiliki kondisi dan kemungkinan untuk perdamaian yang adil dan abadi,” kata Carney sambil mengutuk serangan “barbar” di Kyiv.
Sementara itu, dukungan dari Eropa tetap mengalir. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menegaskan bahwa dukungan EU tidak akan goyah pada 2026.
“Komisi Eropa akan terus menekan Kremlin dan mendampingi Ukraina menuju keanggotaan EU,” janji von der Leyen.
Rusia: Balas Dendam dan Kritik Rencana Damai
Di sisi lain, Moskow tidak tinggal diam. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 111 drone Ukraina dalam apa yang tampak sebagai serangan balasan.
Bahkan, pasukan Rusia melaporkan kemajuan di medan tempur dengan merebut dua kota lagi di Ukraina timur, yakni Myrnograd dan Guliaipole.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, mengkritik keras upaya damai Zelenskyy. Menurutnya, proposal yang disusun dengan masukan Zelenskyy “berbeda secara radikal” dari poin-poin awal yang dibahas AS dan Rusia.
“Tanpa penyelesaian masalah yang menjadi asal mula krisis ini, mustahil mencapai kesepakatan definitif,” tegas Ryabkov.
Kini, nasib jutaan warga Ukraina yang kedinginan bergantung pada hasil pertemuan di Florida. Zelenskyy memperingatkan bahwa tekanan internasional saat ini belum cukup. Jika Rusia terus menghancurkan rumah dan pembangkit listrik saat Natal, dunia harus merespons dengan langkah yang “benar-benar kuat”.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: The Guardian





















