Tujuh Spesialis Bobol Minimarket di Pandeglang Ditangkap, Kerugian Rp110 Juta

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, pencurian di rumah. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, pencurian di rumah. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi komplotan pembobol minimarket akhirnya tamat. Polres Pandeglang meringkus tujuh pelaku spesialis bobol toko yang selama ini bikin resah warga Kabupaten Pandeglang, Banten.

Komplotan ini sudah menyikat tiga minimarket dengan modus brutal: jebol plafon dan rusak gembok.

Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi mengungkapkan, para pelaku menjalankan aksinya secara terorganisir dan sudah mempersiapkan alat khusus sebelum beraksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada tiga minimarket di wilayah hukum Pandeglang yang dijebol pelaku,” kata Dhyno, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga :  Jakarta Cerah Berawan, Bogor Berpotensi Hujan Petir Jumat 11 September

Ketujuh pelaku masing-masing berinisial SM, SK, DD, UJ, YY, AD, dan RS. Saat beraksi, mereka merusak plafon bangunan, lalu menggerinda gembok pagar depan untuk masuk dan menguras isi toko.

“Pelaku membawa perlengkapan khusus untuk menjebol plafon dan merusak pengaman minimarket,” tegas Dhyno.

Dari tangan komplotan ini, polisi menyita ratusan bungkus rokok berbagai merek, dua unit sepeda motor, serta alat gerinda. Akibat ulah mereka, pihak minimarket harus menanggung kerugian hingga Rp110 juta.

“Barang bukti yang diamankan didominasi rokok berbagai merek,” ujarnya.

Baca Juga :  Dijebak Korban via Medsos, Maling Motor di Depok Tak Berkutik Ditangkap Warga

Tak hanya itu, polisi juga membongkar kejahatan lain di balik aksi mereka. Dua pelaku berinisial DD dan RS ternyata merupakan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Keduanya langsung dijerat pasal berlapis.

“Dua orang ini juga pelaku curanmor,” ungkap Dhyno.

Kini, seluruh pelaku mendekam di sel tahanan Polres Pandeglang. Mereka terancam hukuman penjara maksimal sembilan tahun. Polisi masih mengembangkan kasus untuk mengungkap kemungkinan TKP lain dan jaringan tambahan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ngeri! Tepergok Curi HP, Maling di Salatiga Tewas Diamuk Warga Usai Duel Maut
Banjir 50 Cm Lumpuhkan Jalan Raya Cibaduyut, Puluhan Kendaraan Mogok Disapu Air
Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya
Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput
1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor
Bukan Sampaikan Aspirasi, 19 Pendemo Ini Malah Bawa Sajam & Alat Vandalisme
Tangki Mobil Dimodifikasi, Pria di Blitar Diduga Kumpulkan 1.000 Liter BBM Tiap Pekan
Masih Berstatus Pelajar, Tiga Remaja di Dompu Diamankan dalam Kasus Sabu

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Ngeri! Tepergok Curi HP, Maling di Salatiga Tewas Diamuk Warga Usai Duel Maut

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Banjir 50 Cm Lumpuhkan Jalan Raya Cibaduyut, Puluhan Kendaraan Mogok Disapu Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:19 WIB

1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor

Berita Terbaru