Babinsa Penuduh Pedagang Es Gabus Pakai Spons Resmi Ditahan Kodim Jakpus

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serda Heri Babinsa Utan Kayu ditahan Kodim 0501 Jakarta Pusat usai sidang disiplin militer. (Posnews/Kodim Jakpus)

Serda Heri Babinsa Utan Kayu ditahan Kodim 0501 Jakarta Pusat usai sidang disiplin militer. (Posnews/Kodim Jakpus)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus dugaan intimidasi pedagang es gabus berbuntut panjang. Serda Heri, Babinsa Kelurahan Utan Kayu yang menuduh Suderajat (49) berjualan es gabus berbahan spons, resmi ditahan oleh Kodim 0501/Jakarta Pusat.

Penahanan dilakukan setelah Serda Heri menjalani sidang hukuman disiplin militer, Kamis (29/1/2026).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Donny Pramono, menyebut majelis menjatuhkan hukuman berat kepada prajurit tersebut.

“Kami telah melaksanakan sidang hukuman disiplin militer. Hukuman yang dijatuhkan berupa hukuman berat,” ujar Donny, Kamis malam.

Baca Juga :  Kapolres Metro Bekasi Pimpin Sertijab dan Pengukuhan Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Masyarakat

Selain ditahan maksimal 21 hari, Serda Heri juga menerima sanksi administratif sebagai bagian dari pembinaan dan penegakan disiplin di lingkungan TNI AD.

Donny menegaskan, langkah ini menunjukkan komitmen institusi menjaga etika dan profesionalisme prajurit.

Sementara itu, TNI dan Polri mendatangi Suderajat, pedagang es gabus yang sempat mengalami kekerasan fisik di Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Sabtu (24/1/2026). Pertemuan berlangsung di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (28/1/2026).

Baca Juga :  Jelang Mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri Gelar Operasi Keselamatan, ETLE dan Drone Dikerahkan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, Serda Heri menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Suderajat.

“Saya minta maaf dari dalam hati yang paling dalam,” ujar Heri sambil berjabat tangan dengan korban.

TNI AD berharap penegakan disiplin ini memperkuat kepercayaan publik serta mengingatkan Babinsa agar mengedepankan pendekatan humanis. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS
He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:58 WIB

Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:29 WIB

101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB