JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Nasib apes menimpa Achmad Wiranto (29), warga Kampung Baru RT 009 RW 016, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Ia datang ke kantor polisi untuk mengurus surat kehilangan KTP. Namun ironisnya, usai keluar dari pos polisi, justru sepeda motornya raib digondol maling.
Peristiwa itu terjadi di Polsubsektor Jembatan Tiga, Jalan Bandengan Selatan, Penjaringan, Kamis malam (12/02/2026). Achmad tiba sekitar pukul 20.28 WIB untuk melaporkan kehilangan KTP.
Petugas kemudian memproses laporannya dan menerbitkan Surat Keterangan Kehilangan sekitar pukul 20.55 WIB.
Namun setelah selesai mengurus administrasi, Achmad langsung terkejut. Sepeda motor Honda bernomor polisi B 3983 UZD yang ia parkir di samping pos polisi sudah tidak ada di tempat.
“Saya datang sekitar jam 20.28 dan selesai jam 20.55. Begitu keluar dari Pospol Jembatan Tiga, motor saya sudah hilang,” ujar Achmad, Jumat malam (13/02/2026).
Ia mengaku sengaja memarkirkan motornya di sisi bangunan Polsubsektor Jembatan Tiga karena area tersebut menjadi satu-satunya titik parkir motor yang tersedia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menilai tidak mungkin memarkirkan kendaraan tepat di pintu masuk pos polisi.
Merasa motornya hilang, Achmad kembali masuk ke dalam pos untuk melapor. Namun ia mengaku respons anggota yang berjaga terkesan bingung dan tidak sigap menindaklanjuti kejadian tersebut.
“Saya masuk lagi ke dalam, tapi responsnya seperti planga-plongo. Tidak ada tindakan cepat, padahal motor saya hilang persis di samping areal Pospol,” keluhnya.
Lebih lanjut, Achmad menyesalkan minimnya sistem pengamanan di area tersebut.
Ia menyebut tidak ada kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar Polsubsektor Jembatan Tiga, sehingga menyulitkan pelacakan pelaku pencurian.
Tak hanya itu, anggota yang berjaga justru mengarahkan Achmad untuk membuat laporan resmi kehilangan kendaraan ke Polsek Metro Penjaringan tanpa pendampingan dari pihak pos polisi.
“Saya malah disuruh lapor ke Polsek Metro Penjaringan, padahal motor hilang di areal Pospol,” katanya.
Buat Laporan di Polsek Penjaringan
Selanjutnya, Achmad dijemput adiknya dan menuju Polsek Metro Penjaringan untuk membuat laporan resmi.
Di sana, ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih dua jam terkait kronologi kehilangan sepeda motornya.
Kasus pencurian motor di lingkungan fasilitas publik ini pun memicu sorotan. Achmad mempertanyakan sistem pengamanan di sekitar kantor polisi yang dinilainya minim dan berpotensi memberi celah bagi pelaku kejahatan.
“Lapor kehilangan KTP di kantor polisi, malah motor ikut hilang. CCTV juga tidak ada,” ucapnya.
Achmad berharap aparat segera menangkap pelaku dan menemukan kembali sepeda motornya. Pasalnya, kendaraan tersebut ia gunakan setiap hari untuk bekerja.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kami cek dahulu ya,” singkatnya. (MR)
Editor : Hadwan





















