Kapolsek Kendal Digerebek Masuk Rumah Janda, Dinonaktifkan dan Diperiksa Propam

Sabtu, 20 September 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar memberikan keterangan kepada wartawan. Dok-Istimewa

Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar memberikan keterangan kepada wartawan. Dok-Istimewa

KENDAL, POSNEWS.CO.ID – Warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, geger usai memergoki seorang Kapolsek di jajaran Polres Kendal masuk rumah janda pada Jumat (19/9/2025) subuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi memalukan itu berlangsung sekitar pukul 04.40 WIB dan seketika bikin heboh sekampung.

Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, langsung angkat bicara. Ia menegaskan, polisi berinisial AKP R itu sudah diamankan dan kini diperiksa intensif oleh Propam.

β€œBenar, pagi tadi seorang perwira kami digerebek warga. Kami langsung ambil langkah pengamanan,” ujar Hendry kepada wartawan.

Baca Juga :  Reformasi Birokrasi Berbuah WBK 2025, Setjen DPD RI Perkuat Integritas

Sebagai tindak cepat, Hendry menonaktifkan AKP R dari jabatannya. Ia menegaskan, pelayanan masyarakat harus tetap jalan dan tidak boleh terganggu ulah oknum.

β€œLangkah ini demi menjaga kepercayaan publik. Proses etik dan hukum pasti kami jalankan sesuai aturan,” tegasnya.

Sementara itu, jabatan Kapolsek Brangsong untuk sementara dipegang perwira lain sebagai Plt. Hendry juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi agar kondisi Kendal tetap kondusif.

β€œKita akan transparan menangani kasus ini. Mohon masyarakat bersabar,” tutup Kapolres.

Berdasarkan keterangan warga, AKP R awalnya bertugas mengawal aksi protes galian C di Brangsong. Namun setelah situasi reda, ia malah menyelinap ke rumah seorang janda yang disebut-sebut sudah lama dekat dengannya.

Baca Juga :  Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Warga yang curiga sejak lama akhirnya mengintai. Begitu momen pas, mereka memergoki sekaligus merekam aksinya. Tak butuh waktu lama, rekaman itu menyebar di media sosial dan bikin heboh jagat maya.

Kini, Propam Polda Jawa Tengah ikut turun tangan. Pemeriksaan etik terus berjalan dan hasilnya akan menentukan nasib karier AKP R di kepolisian. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Janji Masuk SPKT Polres Banjarbaru, Polisi Gadungan Ditangkap usai Tipu Kekasih
Dedi Mulyadi Minta Oknum Dishub Bekasi Dipecat Usai Video Dugaan Pungli Viral
Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Dimulai, Kapolda Riau Kirim 8 Tim ke Wilayah 3T
Kericuhan Tarkam Purbalingga: Suporter Serbu Lapangan dan Keroyok Wasit
Balita 2 Tahun Diculik dan Diduga Dijadikan Jaminan Utang Arisan Online di Makassar
Jenazah Korban KKB Yahukimo Berhasil Dievakuasi TNI, Ditemukan di Jurang Kali Kolaf
MBG di SMKN 6 Semarang Diduga Sebabkan Keracunan 707 Orang, 9 Orang Dirawat
Isu Aksi Besar Agustus 2026 Ramai, Polda Metro Bentuk Tim Preventive Strike

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Janji Masuk SPKT Polres Banjarbaru, Polisi Gadungan Ditangkap usai Tipu Kekasih

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Dedi Mulyadi Minta Oknum Dishub Bekasi Dipecat Usai Video Dugaan Pungli Viral

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Dimulai, Kapolda Riau Kirim 8 Tim ke Wilayah 3T

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kericuhan Tarkam Purbalingga: Suporter Serbu Lapangan dan Keroyok Wasit

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:24 WIB

Balita 2 Tahun Diculik dan Diduga Dijadikan Jaminan Utang Arisan Online di Makassar

Berita Terbaru

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB