Ledakan Baterai Drone Picu Gas Mematikan Karbon Monoksida, 22 Orang Tewas di Terra Drone

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan. (Posnews/Polri)

Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan. (Posnews/Polri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus kebakaran terbesar tahun 2025 hingga kini menyita perhatian publik. Apa yang menjadi penyebab puluhan nyawa melayang di dalam Gedung Terra Drone di Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Polri akhirnya membeberkan penyebab pasti tewasnya 22 korban kebakaran maut Gedung Terra Drone, pada Selasa (9/12/2025).

Fakta terbaru terungkap: para korban meninggal akibat menghirup gas karbon monoksida (CO) yang keluar setelah ledakan baterai drone di lantai dasar.

Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama, memastikan hasil pemeriksaan forensik mengarah kuat pada paparan karbon monoksida sebagai penyebab kematian.

Baca Juga :  Warga Sipil Tewas Diserang di SMP YPK Yakpesmi Dekai, Polisi Buru Pelaku

Berdasarkan pemeriksaan staf dan para senior spesialis forensik kami, penyebab kematian korban mengarah pada terhirupnya asap gas CO. Mohon disebut Karbon Monoksida,” tegas Nyoman, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan, pemeriksaan luar sederhana juga menunjukkan tanda-tanda khas paparan gas mematikan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tubuh Korban Melepuh, Sidik Jari Sulit Dieksplorasi

Nyoman merinci kondisi korban ketika ditemukan di lokasi. Sebagian besar mengalami luka bakar derajat 2, dengan permukaan kulit melepuh hingga menyulitkan proses identifikasi.

Sidik jarinya sulit kami eksplorasi karena beberapa bagian tubuh juga melepuh,” tandasnya.

Baca Juga :  Terobosan Kapolri! Patroli Maung Presisi Polda Banten Siap Buru Penjahat di Titik Rawan 24 Jam Nonstop

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto menyebut penyidik masih mendalami penyebab pasti kebakaran.

Ia memastikan publik akan mendapat data valid setelah pemeriksaan laboratorium rampung.

Untuk penyebab kebakaran, kami menunggu hasil dari Puslabfor Bareskrim Polri. Hasil olah TKP belum keluar,” ujar Budhi.

Polisi mengevakuasi 22 korban jiwa dari dalam gedung yang terbakar hebat itu. Sebanyak 10 korban sudah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, sementara 12 lainnya masih dalam proses rekonsiliasi oleh tim forensik RS Polri. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni
Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat
‘Bang Jago’ Palak Pengendara di Tanah Abang, Rampas Kartu E-Toll, 2 Pelaku Dibekuk Polisi
Bongkar Jaringan Ketamine! Bareskrim Sita 6,2 Kg Ketamine di Deli Serdang, Nilai Rp18,7 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:05 WIB

Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:09 WIB

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:48 WIB

Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:31 WIB

Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:20 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni

Berita Terbaru