BEM SI Tunda Demo Jakarta Hari Ini, Lanjut Selasa 2 September 2025

Senin, 1 September 2025 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, BEM SI demo di DPR/MPR RI. Dok: Istimewa

Ilustrasi, BEM SI demo di DPR/MPR RI. Dok: Istimewa

JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menunda demo di Jakarta hari ini, Senin (1/9/2025). “Karena kondisi sangat buruk, kami memastikan tidak turun hari ini,” kata Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Muhammad Ikram.

Ikram menambahkan, BEM SI akan menggelar demo lanjutan sambil memantau situasi sepekan ke depan. “Kami terus memantau kondisi supaya semua tuntutan dan aspirasi tersampaikan dengan baik,” ujarnya.

Terpisah, Koordinator Aliansi BEM SI, Muzammil Ihsan, mengonfirmasi aksi demo akan digelar Selasa (2/9/2025). “Kita tidak hari ini, tapi Selasa,” tuturnya.

Demo besok akan menjadi kelanjutan aksi Juli 2025 bertajuk “Indonesia (C)emas Jilid II 2025”, setelah sebelumnya Aliansi BEM SI menggelar demo “Indonesia (C)emas 2025” pada 28 Juli 2025. Aksi itu berlangsung hingga malam, dan Wamensesneg Juri Ardiantoro hadir mewakili Presiden RI Prabowo Subianto serta Mensesneg Prasetyo.

Baca Juga :  Penangkapan Dramatis Empat Aktor Intelektual Kasus Penculikan MIP di Jakarta dan Solo

Juri menegaskan pemerintah selalu mendengarkan aspirasi mahasiswa. “Tidak benar Presiden mengabaikan aspirasi mahasiswa. Semua akan ditampung, dikaji, dan ditindaklanjuti jika sesuai kepentingan bersama,” ujarnya.

Selain itu, Juri menandatangani dokumen tuntutan demo di hadapan massa sebagai bentuk komitmen pemerintah. Berikut 11 poin tuntutan mahasiswa Indonesia (C)emas 2025:

  1. Tolak pengaburan sejarah.

    ADVERTISEMENT

    ads

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  2. Tolak politisasi sejarah, dorong peninjauan pasal bermasalah dalam RUU dan libatkan publik secara bermakna.

  3. Pemerintah harus transparan soal perjanjian bilateral dan melindungi kepentingan ekonomi nasional.

  4. Lakukan audit izin pertambangan, pastikan partisipasi adat, alokasikan keuntungan adil, dan tindak penambangan ilegal.

  5. Batalkan pembangunan 5 batalion baru di Aceh dan buka data jumlah tentara organik sesuai MoU Helsinki.

  6. Batalkan pembangunan pengadilan militer di lingkungan universitas, termasuk Universitas Riau.

  7. Cabut UU TNI dan hentikan intimidasi atau represi terhadap sipil.

  8. Berikan kebebasan transparan bagi mahasiswa yang masih berstatus tersangka.

  9. Tolak segala bentuk aktivitas promosi LGBT dan rumuskan regulasi tegas sesuai nilai agama dan budaya.

  10. Tolak praktik dwifungsi jabatan atau rangkap jabatan yang merusak profesionalisme birokrasi.

  11. Dorong pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset. (red)

Baca Juga :  Melampaui Debat Lama: Mengapa Nuklir Canggih Layak Masuk Portofolio Energi Indonesia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Dicoret, 11 Juta PBI BPJS Aktif Lagi – DPR Pastikan Warga Tetap Bisa Berobat
Polisi Sikat Pengedar Pil Koplo di Penjaringan, 1.100 Lebih Obat Keras Disita
Pergerakan Tanah di Tegal Meluas, 2.453 Warga Padasari Mengungsi – BNPB Siapkan Huntara
3 Pelajar Penyiram Air Keras ke Siswa SMK di Jakpus Ditangkap, Dua Masih di Bawah Umur
Kronologi Wali Kota Bekasi Dihadang Golok Saat Penertiban PKL di Teluk Pucung
Ratusan Pasien Cuci Darah Terancam Gagal Berobat, PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan
Guru MI Dihajar Wali Murid di Sampang, Babak Belur di Warung – Polisi Turun Tangan
Kericuhan Lahan Sawit KSO di Rokan Hulu, Satu Orang Tewas dan Lima Luka

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 14:20 WIB

Sempat Dicoret, 11 Juta PBI BPJS Aktif Lagi – DPR Pastikan Warga Tetap Bisa Berobat

Senin, 9 Februari 2026 - 13:55 WIB

Polisi Sikat Pengedar Pil Koplo di Penjaringan, 1.100 Lebih Obat Keras Disita

Senin, 9 Februari 2026 - 13:19 WIB

Pergerakan Tanah di Tegal Meluas, 2.453 Warga Padasari Mengungsi – BNPB Siapkan Huntara

Senin, 9 Februari 2026 - 13:02 WIB

3 Pelajar Penyiram Air Keras ke Siswa SMK di Jakpus Ditangkap, Dua Masih di Bawah Umur

Senin, 9 Februari 2026 - 08:46 WIB

Kronologi Wali Kota Bekasi Dihadang Golok Saat Penertiban PKL di Teluk Pucung

Berita Terbaru