Mengerikan! Transaksi Judol Rp1,03 Triliun, Bareskrim Tangkap 5 Tersangka

Kamis, 3 September 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Polri mengungkap sindikat judi online internasional dengan transaksi Rp1,03 triliun. (Posnews/Bareskrim)

Bareskrim Polri mengungkap sindikat judi online internasional dengan transaksi Rp1,03 triliun. (Posnews/Bareskrim)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bisnis judi online (judol) kembali terbongkar. Kali ini, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap jaringan judol internasional dengan nilai transaksi lebih dari Rp1 triliun.

Pengungkapan itu menunjukkan bagaimana bisnis ilegal di ruang digital terus mencari celah untuk mengalirkan uang dalam jumlah besar.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Adex Yudiswan mengungkap kasus tersebut dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi menemukan tiga situs yang dioperasikan jaringan tersebut, yakni 1XBET, AJ8KEREN, dan EMPIRE88. Situs-situs itu disebut beroperasi secara nasional maupun internasional, sementara pusat kendalinya berada di luar negeri.

Transaksi Rp1,03 Triliun

Menurut Adex, penyidik mencatat transaksi jaringan tersebut mencapai Rp1.037.790.052.498.

Angka itu setara sekitar Rp260 miliar per bulan atau rata-rata Rp8,6 miliar setiap hari.

Besarnya perputaran uang menjadi alarm serius. Sebab, judi online bukan sekadar permainan di layar ponsel. Aktivitas tersebut dapat menyeret masyarakat ke kerugian finansial dan persoalan sosial yang lebih luas.

Untuk menjalankan aliran dana, sindikat diduga memanfaatkan perusahaan jasa pembayaran di Indonesia.

Polisi kemudian menemukan perusahaan fiktif bernama PT Ultra Payment Terpercaya (PT UPT) yang digunakan untuk menampung dana deposit pemain.

Lima Tersangka Ditangkap

Bareskrim menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka memiliki peran berbeda dalam menjalankan skema tersebut.

Baca Juga :  Pesawat Smart Air Ditembaki OTK di Boven Digoel Papua, Pilot dan Kopilot Tewas

APU ditangkap di Semarang pada 15 Juli 2026. Ia diduga menjadi penghubung sekaligus mencari direktur fiktif perusahaan.

Pada hari yang sama, polisi menangkap MAY di Semarang. Ia diduga menjabat sebagai direktur fiktif PT UPT untuk menampung dana deposit.

Kemudian, R ditangkap di Tangerang Selatan pada 13 Juli 2026. Ia diduga memerintahkan pencarian direktur fiktif dan pembukaan rekening bank.

Di hari yang sama, GG diamankan di Jakarta Timur. Polisi menyebutnya berperan dalam membuat legalitas PT UPT.

Sementara itu, TS ditangkap di Tangerang Selatan pada 20 Juli 2026. Ia diduga mengatur transaksi keuangan perusahaan fiktif tersebut.

Satu Orang Masuk DPO

Penyidik masih memburu FP yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Polisi menduga FP berada di balik pengendalian operasional transaksi. Ia juga diduga memerintahkan sejumlah tersangka untuk menjalankan tugas masing-masing.

Karena itu, penyidikan belum berhenti pada lima tersangka yang telah ditangkap. Polisi masih mengejar pihak yang diduga memiliki kendali lebih besar dalam jaringan tersebut.

Rp51,99 Miliar Dibekukan

Selain menangkap tersangka, Bareskrim juga bergerak membendung aliran uang.

Polisi membekukan dana pada lima penyelenggara jasa pembayaran dengan nilai total Rp51.991.693.314 atau sekitar Rp51,99 miliar.

Penyidik turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya delapan telepon seluler, 17 token bank, buku tabungan, kartu ATM, dan bundel cek bank.

Langkah ini penting karena pemberantasan judol tidak cukup hanya dengan menangkap operator. Memutus aliran uang menjadi bagian penting untuk melemahkan bisnis perjudian digital.

Baca Juga :  Polri Selamatkan AMK, Anak Korban Kekerasan dan Penelantaran, Kembali ke Keluarga Kandung

Situs Judol Diminta Diblokir

Bareskrim juga telah mengajukan permohonan pemutusan akses atau take down terhadap situs yang terkait kasus tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Upaya pemblokiran diharapkan mencegah masyarakat kembali mengakses platform perjudian yang sedang ditangani penyidik.

Namun, masyarakat tetap perlu waspada. Situs judol kerap berganti nama, alamat, atau saluran promosi. Karena itu, jangan mudah tergiur janji keuntungan cepat.

Jerat Hukum hingga 15 Tahun

Para tersangka dijerat sejumlah ketentuan pidana, antara lain Pasal 26 ayat (1) dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana.

Penyidik juga menerapkan Pasal 607 serta ketentuan penyertaan dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Ancaman hukuman maksimal yang dikenakan mencapai 15 tahun penjara.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kemudahan transaksi digital juga dapat disalahgunakan untuk kejahatan.

Masyarakat pun perlu memahami satu hal penting: judi online bukan jalan pintas menuju keuntungan.

Di balik tawaran kemenangan cepat, terdapat risiko kehilangan uang, terlilit utang, hingga mengalami masalah sosial.

Karena itu, jangan pernah memberikan data rekening, OTP, atau akses perbankan kepada pihak yang tidak dikenal.

Jika menemukan aktivitas perjudian online, masyarakat dapat melaporkannya kepada aparat atau kanal resmi pemerintah.

Pemberantasan judol membutuhkan kerja bersama. Polisi memburu jaringannya, pemerintah memutus akses dan aliran dana, sedangkan masyarakat berperan penting dengan tidak ikut bermain maupun membantu transaksi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Putar Balik Saat Razia, Polisi Temukan 2 Pria Bawa Obat Keras di Tamansari
Exit Tol Semper Disorot, Sopir Pikap Diduga Dipalak dan Diancam Sajam
Curanmor di Kelapa Gading Gagal, 2 Pelaku Kabur hingga Satu Tercebur ke Kali
Kematian Sutrimo Masih Misterius, Polisi Dalami Nama Febrio Adiono
Sketsa Wajah 2 Pengeroyok Bambang Disebar, Polisi Turun Memburu
Diduga Curi Kabel LRT, Pria Tanpa Identitas Tewas Tersengat Listrik
Gagal Bobol ATM, Ibu dan Anak Malah Gondol Rokok di Minimarket
Polda Metro Tetapkan 49 Tersangka Kerusuhan DPR, 5 Masih Anak

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 17:19 WIB

Mengerikan! Transaksi Judol Rp1,03 Triliun, Bareskrim Tangkap 5 Tersangka

Kamis, 3 September 2026 - 16:43 WIB

Mobil Putar Balik Saat Razia, Polisi Temukan 2 Pria Bawa Obat Keras di Tamansari

Kamis, 3 September 2026 - 13:34 WIB

Exit Tol Semper Disorot, Sopir Pikap Diduga Dipalak dan Diancam Sajam

Rabu, 2 September 2026 - 20:07 WIB

Curanmor di Kelapa Gading Gagal, 2 Pelaku Kabur hingga Satu Tercebur ke Kali

Rabu, 2 September 2026 - 16:54 WIB

Kematian Sutrimo Masih Misterius, Polisi Dalami Nama Febrio Adiono

Berita Terbaru

NVIDIA DLSS 5 yang bocor berhasil dimodifikasi komunitas agar berjalan di RTX 20, game lawas, dan emulator PCSX2, meski berisiko. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

NVIDIA DLSS 5 Bocor Berhasil Dimodifikasi Berjalan di RTX 20

Kamis, 3 Sep 2026 - 15:48 WIB

Huawei resmi umumkan nova 16s Series untuk pasar global dengan fokus fotografi luar ruangan, sensor 200MP RYYB.

TEKNOLOGI

Huawei Umumkan Nova 16s Series untuk Pasar Global

Kamis, 3 Sep 2026 - 14:40 WIB