Gagal Bobol ATM, Ibu dan Anak Malah Gondol Rokok di Minimarket

Selasa, 1 September 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi memeriksa kasus percobaan pembobolan ATM minimarket di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. (Humas Polres Metro Jakbar)

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi memeriksa kasus percobaan pembobolan ATM minimarket di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. (Humas Polres Metro Jakbar)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kejahatan bermula dari tekanan ekonomi. Namun, keputusan yang diambil sebuah keluarga justru menyeret ibu dan anak ke dalam perkara hukum.

Polisi menangkap H dan ibunya, D, karena diduga terlibat percobaan pembobolan mesin ATM di sebuah minimarket kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Aksi itu dilakukan bersama RH, yang merupakan ayah tiri H. Hingga kini, RH masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan ketiganya merencanakan pembobolan ATM pada pertengahan Februari 2026.

“Rencana mereka adalah membobol ATM yang ada di dalam minimarket dengan menggunakan mesin las,” kata Nasriadi dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Barat, Selasa (1/9/2026).

Gas Las Habis, ATM Gagal Dibobol

Malam itu, H dan RH masuk ke dalam minimarket. Mereka membawa peralatan untuk merusak mesin ATM.

Baca Juga :  Penggerebekan Five Stars Denpasar Ricuh, Satpam Lempar Ekstasi ke Kerumunan

Keduanya kemudian mencoba memotong bagian ATM menggunakan mesin las. Namun, rencana tersebut kandas. Gas dan oksigen untuk mengoperasikan alat las habis sebelum ATM berhasil dibobol.

“ATM tersebut belum sempat dibobol atau dirusak karena bahan lasnya habis,” ujar Nasriadi.

Gagal mendapatkan uang dari ATM, ketiganya tidak langsung pergi dengan tangan kosong. Mereka justru mengambil sejumlah rokok dari dalam minimarket.

Seragam Minimarket Jadi Kedok

Polisi juga menemukan fakta lain yang membuat modus komplotan tersebut semakin terencana. Salah satu pelaku mengenakan pakaian yang menyerupai seragam karyawan minimarket.

Pakaian itu dibeli secara daring. Tujuannya untuk mengurangi kecurigaan orang di sekitar lokasi sekaligus mengelabui kamera CCTV.

“Tujuannya supaya tidak dicurigai saat terekam dalam CCTV,” kata Nasriadi.

Ibu Menunggu di Luar

Dalam pembagian peran, H dan RH masuk ke dalam minimarket untuk menjalankan aksi.

Sementara itu, D menunggu di luar. Polisi menduga D bertugas memantau situasi dan memastikan kondisi sekitar tetap aman.

Menurut polisi, RH diduga menjadi pihak yang mengajak H dan D menjalankan rencana tersebut. H merupakan anak kandung D. Sementara RH adalah ayah tiri H.

Baca Juga :  Ridwan Kamil vs Lisa Mariana: Tes DNA Jadi Penentu, Publik Diminta Jangan Terburu-Buru

Dengan demikian, perkara ini bukan hanya menyisakan persoalan kriminal. Kasus tersebut juga memperlihatkan bagaimana persoalan ekonomi dapat menyeret hubungan keluarga ke dalam keputusan yang berujung pidana.

Polisi Masih Memburu RH

Polisi telah menangkap H dan D. Namun, penyidik masih mengejar RH yang diduga memiliki peran penting dalam rencana pembobolan tersebut.

Nasriadi menyebut faktor ekonomi menjadi salah satu latar belakang yang mendorong aksi tersebut. “Ekonomi yang membuat mereka termotivasi,” ujarnya.

Kasus ini menjadi pelajaran pahit bahwa tekanan ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk mengambil jalan kriminal.

Di sisi lain, masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi perlu mencari bantuan melalui jalur yang aman dan legal.

Sebab, keputusan sesaat dapat berujung panjang: kehilangan kebebasan, merusak masa depan, sekaligus menyeret orang-orang terdekat.

Sementara itu, polisi masih mengembangkan perkara dan memburu RH untuk mempertanggungjawabkan dugaan keterlibatannya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Metro Tetapkan 49 Tersangka Kerusuhan DPR, 5 Masih Anak
Dokumen Hilang, WNA Aljazair Ceburkan Diri ke Waduk Sunter
Kena PTDH, Dua Perwira Polresta Banda Aceh Kini Ditahan Bareskrim
Konten Bom Molotov Viral, Admin Pemukiman Setan Ditangkap
Pemotor Terobos Lampu Merah di Depok, Tewas Tabrak Innova di Jalan Raya Bogor
Tiga Kapolres Polda Metro Jaya Diganti, Ini Daftar Pejabat Barunya
Kabur 2 Tahun, Napi Narkoba Encek Diduga Kendalikan Sabu Lintas Negara
Kasus Uang Vilmei Rp1,28 Miliar, Polisi Tahan 3 Tersangka

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:08 WIB

Gagal Bobol ATM, Ibu dan Anak Malah Gondol Rokok di Minimarket

Selasa, 1 September 2026 - 09:42 WIB

Polda Metro Tetapkan 49 Tersangka Kerusuhan DPR, 5 Masih Anak

Selasa, 1 September 2026 - 05:57 WIB

Dokumen Hilang, WNA Aljazair Ceburkan Diri ke Waduk Sunter

Selasa, 1 September 2026 - 05:41 WIB

Kena PTDH, Dua Perwira Polresta Banda Aceh Kini Ditahan Bareskrim

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Konten Bom Molotov Viral, Admin Pemukiman Setan Ditangkap

Berita Terbaru

Petugas BNN menunjukkan barang bukti sekitar 800 kilogram ketamin hasil pengungkapan di perairan Natuna Utara. (Posnews/BNN)

NASIONAL

Laut Natuna Jadi Jalur Maut, 800 Kg Ketamin Disergap BNN

Selasa, 1 Sep 2026 - 16:38 WIB

Korban hilang banjir bandang Himalaya capai 3.044 orang dengan 750 tewas, sementara bantuan internasional terus mengalir ke Nepal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Nepal Peringatkan Potensi Banjir Susulan

Selasa, 1 Sep 2026 - 15:30 WIB