Kematian Sutrimo Masih Misterius, Polisi Dalami Nama Febrio Adiono

Rabu, 2 September 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Metro Jaya mendalami kasus kematian Sutrimo dan nama Febrio Adiono. (Posnews/Ist)

Polda Metro Jaya mendalami kasus kematian Sutrimo dan nama Febrio Adiono. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Misteri kematian Sutrimo belum menemukan titik terang.

Polda Metro Jaya kini mendalami nama Febrio Adiono, staf administrasi Kejaksaan Agung (Kejagung), setelah keluarga korban meminta polisi memeriksanya sebagai saksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyidik akan mendalami keterlibatan Febrio. Namun, polisi belum menentukan jadwal pemeriksaannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, salah satunya akan kita dalami,” kata Budi, Rabu (2/9/2026).

Polisi Tunggu Hasil Labfor

Di sisi lain, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. Hasil tersebut menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo.

Ekshumasi jenazah dilakukan pada 12 Agustus 2026 di Banyumas, Jawa Tengah. Tim forensik saat itu melakukan pemeriksaan luar dan dalam serta mengambil sejumlah sampel untuk pemeriksaan lanjutan.

Dalam pemeriksaan awal, tim forensik tidak menemukan luka yang secara visual menunjukkan kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam.

Baca Juga :  Monas Jadi Pusat Perayaan HUT ke-499 Jakarta, Defile OPD Meriahkan Acara

Namun, pemeriksaan laboratorium tetap diperlukan untuk mencari kemungkinan kandungan zat tertentu dan memastikan penyebab kematian.

Keluarga Tagih Kepastian

Keluarga Sutrimo sebelumnya mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin (31/8/2026). Mereka mengajukan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Kuasa hukum keluarga, Aan Rohaeni, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan penyidikan, terutama hasil ekshumasi.

Keluarga sebelumnya mendapat informasi bahwa hasil pemeriksaan diperkirakan keluar sekitar dua hingga tiga minggu setelah ekshumasi. Karena itu, mereka meminta kepastian kepada penyidik.

Keluarga juga mempertanyakan keberadaan telepon seluler milik Sutrimo. Polda Metro Jaya kemudian menegaskan penyidik Ditreskrimum tidak memegang barang pribadi Sutrimo, termasuk telepon seluler tersebut.

Siapa Sebenarnya Sutrimo?

Sutrimo ditemukan meninggal dunia pada 23 Juli 2026 di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sejumlah pemberitaan menyebut Sutrimo sebagai kepala rumah tangga atau orang dekat mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah. Namun, pihak Febrie kemudian meluruskan informasi tersebut.

Kuasa hukum Febrie menyatakan Sutrimo bukan kepala rumah tangga, melainkan menjaga bangunan kosong yang sebelumnya merupakan klinik.

Baca Juga :  KM BIMA Mati Mesin di Perairan Pulau Onrust, Ditpolairud Evakuasi 37 Penumpang

Pihak Febrie juga meminta masyarakat menunggu hasil penyidikan dan tidak membuat spekulasi mengenai penyebab kematian Sutrimo.

Nama Febrio Masuk Penyelidikan

Kini, nama Febrio Adiono ikut muncul dalam proses penyidikan setelah keluarga meminta polisi memeriksanya.

Namun, perlu digarisbawahi, pendalaman terhadap Febrio tidak berarti polisi telah menetapkannya sebagai tersangka.

Penyidik masih mencari fakta dan mencocokkan setiap informasi dengan alat bukti. Karena itu, hasil laboratorium forensik menjadi salah satu kunci.

Pemeriksaan ilmiah diharapkan dapat menjawab pertanyaan paling mendasar dalam kasus ini: apa sebenarnya penyebab kematian Sutrimo?

Polisi juga perlu mengurai rangkaian peristiwa sebelum Sutrimo ditemukan meninggal.

Dengan begitu, penyelidikan tidak berhenti pada dugaan, tetapi menghasilkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Bagi keluarga, kepastian menjadi hal yang paling ditunggu.

Mereka berharap hasil pemeriksaan medis dan penyidikan polisi mampu menjawab berbagai pertanyaan yang hingga kini masih menggantung.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan proses penyidikan masih berjalan. Hasil labfor akan menjadi salah satu pijakan penting untuk menentukan arah penyelidikan berikutnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi
BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan
Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng
Kapolres Bekasi Lindungi Pelajar dari Aksi Berbahaya dan Provokasi Digital
Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Kalideres, Ribuan Ekstasi Disita
Dua ART Lapor Disekap di Penjaringan, Polisi Bongkar Fakta Sebenarnya
Toko Berjalan di Bekasi Digerebek, 2.451 Pil Keras Disita dari Mobil
TPPU Indosterling P-21, Bareskrim Sita Aset Rp84 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:30 WIB

WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi

Minggu, 6 September 2026 - 06:08 WIB

BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:58 WIB

Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng

Sabtu, 5 September 2026 - 19:23 WIB

Kapolres Bekasi Lindungi Pelajar dari Aksi Berbahaya dan Provokasi Digital

Sabtu, 5 September 2026 - 06:46 WIB

Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Kalideres, Ribuan Ekstasi Disita

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB