Mobil Putar Balik Saat Razia, Polisi Temukan 2 Pria Bawa Obat Keras di Tamansari

Kamis, 3 September 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Pria Diciduk di Tamansari, Polisi Sita 15 Hexymer dan 3 Tramadol. (Posnews/Ist)

Dua Pria Diciduk di Tamansari, Polisi Sita 15 Hexymer dan 3 Tramadol. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gerak-gerik sebuah Daihatsu Xenia di Jalan Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat, mendadak membuat polisi curiga. Saat razia berlangsung, mobil tersebut justru memutar balik dan melaju melawan arah.

Kecurigaan petugas akhirnya berbuah temuan. Polisi menghentikan kendaraan itu dan memeriksa dua pria di dalamnya pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Dua pria berinisial DDK dan M kemudian diamankan. Dari pemeriksaan, polisi menemukan obat keras daftar G yang diduga tidak memiliki izin edar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mobil Lawan Arah, Polisi Langsung Bertindak

Razia digelar Polsek Metro Tamansari untuk mengantisipasi kejahatan jalanan dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat.

Lokasinya berada tepat di depan Polsubsektor Glodok, Kelurahan Glodok. Ketika petugas melihat Xenia yang ditumpangi kedua pria tersebut, kendaraan itu tiba-tiba berbalik arah.

Gerakan tersebut menjadi tanda tanya. Polisi kemudian menghentikan mobil dan melakukan pemeriksaan serta penggeledahan. Hasilnya cukup mengejutkan.

15 Hexymer dan 3 Tramadol Diamankan

Petugas menemukan 15 butir obat yang diduga Hexymer dan tiga butir Tramadol. Satu butir Tramadol ditemukan di sekitar kendaraan.

Baca Juga :  KPK Periksa Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Hari Ini - Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

Polisi juga menyita dua telepon seluler dan mobil Daihatsu Xenia yang digunakan kedua pria tersebut.

Temuan itu kemudian dikembangkan melalui pemeriksaan terhadap DDK dan M.

DDK mengaku mendapatkan dua butir Tramadol dari seseorang berinisial G. Sementara M mengaku membeli Hexymer dan Tramadol seharga Rp50 ribu dari seseorang berinisial A.

Polisi menyebut G dan A masih diburu dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Tak Hanya Membawa, Keduanya Akui Konsumsi Tramadol

Dalam pemeriksaan awal, keduanya juga mengaku telah mengonsumsi masing-masing satu butir Tramadol.

Fakta tersebut membuat polisi tidak hanya menelusuri kepemilikan obat, tetapi juga berupaya membongkar sumber peredarannya.

Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M Zulfikar mengatakan penyidik masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui jaringan pemasok obat keras yang diduga beredar tanpa izin.

Polisi Bidik Pemasok

Pengejaran terhadap G dan A menjadi bagian penting dalam pengembangan kasus.

Sebab, dua orang yang diamankan di jalan belum tentu menjadi ujung dari rantai peredaran obat tersebut. Polisi kini berupaya mengungkap dari mana obat diperoleh dan apakah masih ada pihak lain yang terlibat.

Baca Juga :  Ledakan Pipa Gas PT TGI di Riau Semburkan Api 15 Meter, Arus Lalu Lintas Ditutup

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 435 subsider Pasal 436 ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Proses hukum terhadap DDK dan M masih berjalan sehingga keduanya tetap memiliki hak atas proses hukum yang adil dan asas praduga tak bersalah.

Obat Keras Bukan Jalan Pintas

Kasus ini menjadi peringatan, terutama bagi remaja dan anak muda yang mudah tergoda membeli obat dari sumber tidak jelas.

Obat keras bukan barang yang boleh dikonsumsi sembarangan. Penggunaan tanpa resep atau pengawasan tenaga medis dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.

Lebih jauh, membeli, menyimpan, atau mengedarkan obat tertentu tanpa memenuhi ketentuan juga dapat membawa seseorang berhadapan dengan hukum.

Karena itu, masyarakat sebaiknya membeli obat hanya melalui fasilitas resmi dan mengikuti petunjuk tenaga kesehatan.

Razia dini hari di Tamansari kali ini menunjukkan satu hal penting: gerak-gerik mencurigakan di jalan dapat membuka pintu bagi pengungkapan perkara yang lebih besar.

Polisi masih mengejar dua orang yang diduga menjadi pemasok. Publik pun menunggu apakah pengembangan kasus ini akan mengungkap jaringan peredaran obat keras yang lebih luas di Jakarta Barat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengerikan! Transaksi Judol Rp1,03 Triliun, Bareskrim Tangkap 5 Tersangka
Exit Tol Semper Disorot, Sopir Pikap Diduga Dipalak dan Diancam Sajam
Curanmor di Kelapa Gading Gagal, 2 Pelaku Kabur hingga Satu Tercebur ke Kali
Kematian Sutrimo Masih Misterius, Polisi Dalami Nama Febrio Adiono
Sketsa Wajah 2 Pengeroyok Bambang Disebar, Polisi Turun Memburu
Diduga Curi Kabel LRT, Pria Tanpa Identitas Tewas Tersengat Listrik
Gagal Bobol ATM, Ibu dan Anak Malah Gondol Rokok di Minimarket
Polda Metro Tetapkan 49 Tersangka Kerusuhan DPR, 5 Masih Anak

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 17:19 WIB

Mengerikan! Transaksi Judol Rp1,03 Triliun, Bareskrim Tangkap 5 Tersangka

Kamis, 3 September 2026 - 16:43 WIB

Mobil Putar Balik Saat Razia, Polisi Temukan 2 Pria Bawa Obat Keras di Tamansari

Kamis, 3 September 2026 - 13:34 WIB

Exit Tol Semper Disorot, Sopir Pikap Diduga Dipalak dan Diancam Sajam

Rabu, 2 September 2026 - 20:07 WIB

Curanmor di Kelapa Gading Gagal, 2 Pelaku Kabur hingga Satu Tercebur ke Kali

Rabu, 2 September 2026 - 16:54 WIB

Kematian Sutrimo Masih Misterius, Polisi Dalami Nama Febrio Adiono

Berita Terbaru

NVIDIA DLSS 5 yang bocor berhasil dimodifikasi komunitas agar berjalan di RTX 20, game lawas, dan emulator PCSX2, meski berisiko. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

NVIDIA DLSS 5 Bocor Berhasil Dimodifikasi Berjalan di RTX 20

Kamis, 3 Sep 2026 - 15:48 WIB

Huawei resmi umumkan nova 16s Series untuk pasar global dengan fokus fotografi luar ruangan, sensor 200MP RYYB.

TEKNOLOGI

Huawei Umumkan Nova 16s Series untuk Pasar Global

Kamis, 3 Sep 2026 - 14:40 WIB