JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polisi mulai mempersempit pencarian terhadap dua terduga pelaku pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiyawan (59) di Pejompongan, Jakarta Pusat.
Polda Metro Jaya kini mengantongi sketsa wajah kedua pria tersebut. Sketsa dibuat dari keterangan saksi yang dicocokkan dengan rekaman video dan CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan penyidik masih memburu kedua terduga pelaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi juga terus mengumpulkan bukti untuk mengungkap peran mereka dalam kematian Bambang.
14 Saksi Diperiksa
Bambang meninggal setelah menjadi korban pengeroyokan saat kericuhan pascademonstrasi pada Kamis (27/8/2026).
Untuk mengusut kasus tersebut, penyidik telah memeriksa 14 saksi. Polisi menggali keterangan terkait dugaan pengeroyokan, penganiayaan, hingga perusakan fasilitas publik.
Selain keterangan saksi, penyidik menganalisis rekaman CCTV dan video yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Bukti digital itu kemudian dicocokkan dengan informasi yang diperoleh dari para saksi.
Hasilnya, polisi mendapatkan gambaran dua pria yang diduga berkaitan dengan pengeroyokan tersebut.
Ciri Terduga Pelaku Pertama
Terduga pelaku pertama diperkirakan berusia 30-40 tahun. Pria tersebut memiliki wajah oval. Alisnya tipis dengan bibir tebal. Hidungnya pesek dan bola matanya berwarna hitam.
Polisi juga menggambarkan warna kulit pria tersebut cokelat.
Ciri Terduga Pelaku Kedua
Sementara itu, terduga pelaku kedua juga diperkirakan berusia 30-40 tahun. Pria tersebut memiliki wajah kotak. Hidungnya pesek dan bibir bagian bawahnya tebal.
Ciri lainnya adalah kumis dan janggut. Bola matanya berwarna hitam dengan warna kulit cokelat.
Polisi menegaskan kedua sosok tersebut masih berstatus terduga pelaku. Sketsa bukan berarti identitas mereka telah dipastikan secara hukum.
Polisi Masih Memburu
Iman mengatakan penyidik masih mengejar kedua pria tersebut. Polisi juga terus menelusuri bukti lain untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan Bambang meninggal dunia.
Langkah ini penting agar penyidik tidak hanya mengandalkan satu sumber bukti. Keterangan saksi, rekaman digital, serta bukti lain harus saling menguatkan sebelum polisi menetapkan seseorang sebagai tersangka.
Kasus tersebut juga menjadi pengingat bahwa kericuhan tidak boleh menghilangkan batas kemanusiaan.
Perbedaan pendapat dalam demonstrasi seharusnya tetap disampaikan secara damai tanpa kekerasan.
Kini, polisi masih bekerja mengungkap siapa dua pria dalam sketsa tersebut dan apa peran mereka dalam kematian Bambang.
Publik pun menunggu langkah berikutnya: kapan dua terduga pelaku itu berhasil ditangkap dan bagaimana sebenarnya detik-detik Bambang menjadi korban kekerasan di tengah kerusuhan? **
Editor : Hadwan














