Misteri Kematian Diplomat Muda Kemlu Arya Daru, Keluarga Minta Prabowo Turun Tangan

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Dok-Setneg)

Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Dok-Setneg)

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID – Misteri kematian Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang ditemukan tewas terlilit lakban di kamar kosnya, hingga kini belum menemukan titik terang. Polisi sebelumnya menegaskan tidak ada keterlibatan orang lain dalam kasus ini.

Subaryono, ayah Arya, mengaku keluarganya dalam posisi sangat lemah. Kondisi fisik yang renta membuatnya semakin sulit menghadapi kenyataan pahit tersebut. “Kami merasa sangat lemah menghadapi situasi ini,” ujarnya, Sabtu (23/8/2025).

Baca Juga :  Klaim Fiktif BPJS Ketenagakerjaan 2014–2024 Terbongkar, Negara Rugi Rp21,73 Miliar

Ia meminta Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi perhatian penuh. Subaryono memohon agar Kapolri hingga Panglima TNI turun tangan mengusut misteri kematian anaknya.

“Kami mohon dengan tulus, Bapak Presiden bisa memerintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Menlu untuk menjelaskan misteri kematian anak kami,” sambungnya.

Menurutnya, keluarga kini tak berdaya, apalagi banyak informasi simpang siur yang beredar. Ia menegaskan Arya dikenal sebagai pribadi mandiri, penuh tanggung jawab terhadap keluarga maupun pekerjaannya.

Baca Juga :  Ekonomi Informasi: Ketika Ketidaktahuan Mempengaruhi Pasar

Sebelumnya, polisi menyimpulkan Arya meninggal tanpa ada campur tangan orang lain. Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, menyebut Arya sudah lama memiliki niat mengakhiri hidup sejak 2013. Fakta itu terungkap dari hasil pemeriksaan digital forensik perangkat miliknya. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump dan Netanyahu Gagal Capai Kesepakatan Definitif
Pezeshkian Serukan Persatuan Iran di Tengah Krisis dan Tekanan Nuklir
Tandukan Van Dijk Bawa Kemenangan: Liverpool Akhiri Rekor Kandang Sunderland
Manchester City Libas Fulham 3-0: Haaland Kembali Cetak Gol
Tragedi Laut Mediterania: 53 Migran Tewas atau Hilang
Polisi Bongkar Rumah Produksi Ganja dari Bibit Dark Web di Jagakarsa, 5,9 Kg Disita
CCTV Rekam Pencurian di Hotel Bintang Lima Sudirman, Polisi Buru Pelaku
Tragedi Tumbler Ridge: Polisi Identifikasi Pelaku Penembakan

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:00 WIB

Trump dan Netanyahu Gagal Capai Kesepakatan Definitif

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:56 WIB

Pezeshkian Serukan Persatuan Iran di Tengah Krisis dan Tekanan Nuklir

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:54 WIB

Tandukan Van Dijk Bawa Kemenangan: Liverpool Akhiri Rekor Kandang Sunderland

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:49 WIB

Manchester City Libas Fulham 3-0: Haaland Kembali Cetak Gol

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:45 WIB

Tragedi Laut Mediterania: 53 Migran Tewas atau Hilang

Berita Terbaru

Visi yang berseberangan. Pertemuan tertutup antara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu berakhir tanpa kesepakatan konkret mengenai strategi menghadapi Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump dan Netanyahu Gagal Capai Kesepakatan Definitif

Kamis, 12 Feb 2026 - 11:00 WIB

Ilustrasi, Dominasi tak terbendung. Manchester City mengamankan kemenangan beruntun ke-20 atas Fulham, memangkas jarak poin dengan pemuncak klasemen sementara Erling Haaland ditarik keluar akibat kelelahan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Manchester City Libas Fulham 3-0: Haaland Kembali Cetak Gol

Kamis, 12 Feb 2026 - 08:49 WIB

Ilustrasi, Prahara di jalur maut. Sebuah kapal migran terbalik di lepas pantai Libya, menewaskan puluhan orang dan hanya menyisakan dua wanita yang harus kehilangan seluruh anggota keluarganya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tragedi Laut Mediterania: 53 Migran Tewas atau Hilang

Kamis, 12 Feb 2026 - 08:45 WIB