Misteri Kematian Staf Bawaslu OKU Selatan, Luka di Leher Picu Dugaan Pembunuhan

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah lokasi penemuan staf Bawaslu yang tewas di OKU Selatan dengan garis polisi terpasang. (Posnews/ist)

Rumah lokasi penemuan staf Bawaslu yang tewas di OKU Selatan dengan garis polisi terpasang. (Posnews/ist)

OKU SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Warga Ogan Komering Ulu Selatan diguncang penemuan jasad seorang staf sekretariat Bawaslu berinisial M yang ditemukan tewas di dalam rumahnya.

Kasus ini langsung memicu penyelidikan intensif aparat kepolisian karena adanya kejanggalan pada tubuh korban.

Korban ditemukan tidak bernyawa di kediamannya di Perumahan Bukit Permai, Desa Plangki, Kecamatan Muaradua, Rabu (25/3/2026). Penemuan ini sontak menghebohkan warga sekitar yang sebelumnya tidak mencurigai adanya kejadian tragis tersebut.

Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban.

“Motif dan penyebab korban meninggal dunia masih kami dalami,” tegasnya, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga :  Anak Pejabat Mamuju Tersangka Tabrak 2 Warga, Tak Ditahan karena Masih di Bawah Umur

Luka di Leher Jadi Sorotan, Dugaan Pembunuhan Menguat

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Anton L Sinaga, mengungkap adanya luka mencurigakan pada bagian leher korban.

Temuan ini langsung memunculkan dugaan kuat adanya tindak kekerasan. Meski demikian, polisi belum menyimpulkan apakah korban tewas akibat pembunuhan atau sebab lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang ada luka di leher korban, namun penyebab kematian masih dalam penyelidikan,” jelas Anton.

Tidak Ada Barang Hilang, Misteri Makin Dalam

Hingga saat ini, polisi memastikan tidak ada barang milik korban yang hilang dari lokasi kejadian. Fakta ini justru memperumit penyelidikan karena tidak ditemukan indikasi perampokan.

Baca Juga :  Misteri Hilangnya Dokter Ayu Annisa: Pamit Kerja Naik Ojol, Tak Pernah Sampai ke Klinik

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap kronologi kejadian. Namun, polisi masih menelusuri kemungkinan motif lain di balik kematian korban.

Selanjutnya, jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.

Polisi menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini dan tidak menutup kemungkinan adanya perkembangan baru dalam waktu dekat. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Krisis Pangan Global: Ketika Pasar Komoditas Bertabrakan
Libur Lebaran, Kota Tua Jakarta Dipadati 23 Ribu Pengunjung – Lighting Art Daya Tarik Utama
Menakar Remitansi dan Dilema Politik Perbatasan
2.708 ASN Kemensos Bolos Usai Lebaran, Mensos Gus Ipul Wajibkan Apel Pembinaan
BMKG: Hujan Guyur Jabodetabek Hari Ini, Siang hingga Sore Meningkat
Jabatan Kepala BAIS TNI Diserahkan, 4 Prajurit Diduga Terlibat Kasus Air Keras Aktivis
Bareskrim Bongkar Narkoba Jaringan Erwin Iskandar, Pemilik dan Penjual Rekening Diciduk
Mediasi Tiongkok: Wang Yi Desak Perundingan Damai Segera

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:52 WIB

Krisis Pangan Global: Ketika Pasar Komoditas Bertabrakan

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:08 WIB

Misteri Kematian Staf Bawaslu OKU Selatan, Luka di Leher Picu Dugaan Pembunuhan

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:56 WIB

Libur Lebaran, Kota Tua Jakarta Dipadati 23 Ribu Pengunjung – Lighting Art Daya Tarik Utama

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:48 WIB

Menakar Remitansi dan Dilema Politik Perbatasan

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:36 WIB

2.708 ASN Kemensos Bolos Usai Lebaran, Mensos Gus Ipul Wajibkan Apel Pembinaan

Berita Terbaru

Piring kosong di meja dunia. Perspektif Food Regime Theory mengungkap cara volatilitas pasar dan monopoli agribisnis mengancam kedaulatan pangan nasional di tengah berkecamuknya konflik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Krisis Pangan Global: Ketika Pasar Komoditas Bertabrakan

Kamis, 26 Mar 2026 - 07:52 WIB

Pilar ekonomi yang retak. Remitansi menjadi penyelamat bagi negara berkembang, namun arus migrasi tenaga kerja kini menghadapi tembok politik domestik yang kian keras di negara-negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menakar Remitansi dan Dilema Politik Perbatasan

Kamis, 26 Mar 2026 - 06:48 WIB