SIAK, POSNEWS.CO.ID – Warga Siak dibuat geger. Kasus pembunuhan sadis menimpa seorang nenek bernama Sutiyah (77).
Korban ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya di Desa Suka Mulia, Kecamatan Dayun. Lebih bikin merinding, pelaku ternyata cucunya sendiri.
Polisi bergerak cepat. Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, memastikan pelaku berinisial IA (21) telah ditangkap dan mengakui perbuatannya.
“Pelaku sudah diamankan dan mengaku membunuh neneknya sendiri,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).
Terungkap dari Lampu Teras Menyala
Kasus ini mulai terkuak pada Kamis (2/4) pagi. Seorang saksi berinisial P curiga melihat lampu teras rumah korban masih menyala sejak pagi.
Namun, kecurigaan memuncak pada sore hari ketika cucu korban lainnya, S, menanyakan keberadaan neneknya. Setelah dipastikan korban tidak berada di tempat lain, mereka sepakat mengecek rumah.
Sekitar pukul 19.20 WIB, P bersama warga mendatangi rumah korban. Tidak ada respons dari dalam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akhirnya, S membuka jendela secara paksa. Betapa terkejutnya mereka saat melihat korban tergeletak di ruang tengah.
Setelah pintu dibuka, para saksi masuk ke dalam rumah. Mereka mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan, tubuh bersimbah darah.
Warga langsung melaporkan kejadian itu ke polisi.
Pelaku Kabur, Ditangkap di Hotel
Polisi langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya mengarah pada IA, cucu korban yang tinggal serumah.
Namun, setelah kejadian, pelaku menghilang. Aparat kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya menangkap pelaku di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, pada Jumat (3/4) dini hari.
Saat ditangkap, pelaku berada di sebuah hotel.
Motif Keji: Uang dan Perhiasan
Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku melakukan pembunuhan pada 1 April 2026. Ia menggorok leher korban menggunakan parang.
Tak hanya itu, pelaku juga merampas harta korban, yakni uang tunai Rp15 juta, perhiasan emas, dan satu unit handphone.
Aksi sadis ini dilakukan demi menguasai harta milik korban.
Kini, pelaku telah diamankan di Polres Siak untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami kemungkinan motif lain di balik aksi keji tersebut.
Kasus ini menjadi peringatan keras soal kekerasan dalam keluarga yang berujung maut.(red)
Editor : Hadwan



















