Pemprov DKI Naikkan Insentif RT Rp 2,5 Juta dan RW Rp 3 Juta Mulai Oktober 2025

Sabtu, 20 September 2025 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Dok: Kominfo DKI JKT

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Dok: Kominfo DKI JKT

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemprov DKI Jakarta resmi menaikkan insentif RT dan RW mulai Oktober 2025. Wakil Gubernur Rano Karno memastikan RT menerima Rp 2,5 juta per bulan, sedangkan RW Rp 3 juta.

“RT naik dari Rp 2 juta jadi Rp 2,5 juta, sekitar 25 persen. RW dari Rp 2,5 juta jadi Rp 3 juta lebih,” ujar Rano, Sabtu (20/9/2025).

Ia menegaskan, kenaikan dilakukan bertahap, tidak langsung dua kali lipat seperti janji kampanye bersama Gubernur Pramono Anung pada Pilkada 2024. Dana kenaikan sudah masuk APBD Perubahan DKI dan ditargetkan cair Oktober.

Baca Juga :  Yusril Ihza Mahendra: Pemerintah Hanya Tindak Pelaku Rusuh, Hak Demonstran Damai Tetap Dilindungi

Janji Kampanye Pramono–Rano

Saat kampanye 2024, Pramono sempat berjanji menggandakan insentif RT-RW. “Saya kaget insentif RT cuma Rp 2 juta, RW Rp 2,5 juta. Saya bilang, kita double-kan,” ucapnya.

Di Jakarta tercatat 30.894 RT dan 2.741 RW. Pemprov menilai penggandaan insentif realistis asalkan bertahap sesuai kemampuan daerah.

Baca Juga :  Jepang Nyalakan PLTN Terbesar Dunia Pasca-Fukushima

Kebijakan ini diharapkan bikin pengurus RT-RW makin semangat melayani warga, dari pendataan, pengelolaan lingkungan, hingga jadi penghubung warga dengan pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini juga membuktikan janji politik Pramono–Rano untuk meningkatkan kesejahteraan perangkat masyarakat di tingkat paling bawah. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Dicoret, 11 Juta PBI BPJS Aktif Lagi – DPR Pastikan Warga Tetap Bisa Berobat
Polisi Sikat Pengedar Pil Koplo di Penjaringan, 1.100 Lebih Obat Keras Disita
Pergerakan Tanah di Tegal Meluas, 2.453 Warga Padasari Mengungsi – BNPB Siapkan Huntara
3 Pelajar Penyiram Air Keras ke Siswa SMK di Jakpus Ditangkap, Dua Masih di Bawah Umur
Kronologi Wali Kota Bekasi Dihadang Golok Saat Penertiban PKL di Teluk Pucung
Ratusan Pasien Cuci Darah Terancam Gagal Berobat, PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan
Guru MI Dihajar Wali Murid di Sampang, Babak Belur di Warung – Polisi Turun Tangan
Kericuhan Lahan Sawit KSO di Rokan Hulu, Satu Orang Tewas dan Lima Luka

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 14:20 WIB

Sempat Dicoret, 11 Juta PBI BPJS Aktif Lagi – DPR Pastikan Warga Tetap Bisa Berobat

Senin, 9 Februari 2026 - 13:55 WIB

Polisi Sikat Pengedar Pil Koplo di Penjaringan, 1.100 Lebih Obat Keras Disita

Senin, 9 Februari 2026 - 13:19 WIB

Pergerakan Tanah di Tegal Meluas, 2.453 Warga Padasari Mengungsi – BNPB Siapkan Huntara

Senin, 9 Februari 2026 - 13:02 WIB

3 Pelajar Penyiram Air Keras ke Siswa SMK di Jakpus Ditangkap, Dua Masih di Bawah Umur

Senin, 9 Februari 2026 - 08:46 WIB

Kronologi Wali Kota Bekasi Dihadang Golok Saat Penertiban PKL di Teluk Pucung

Berita Terbaru