POSNEWS.CO.ID, SAN JOSE — Pasar perangkat keras komputer mencatatkan tren pertumbuhan positif pada pertengahan tahun ini. Jon Peddie Research (JPR) melaporkan pengiriman GPU PC naik 10,4 persen pada kuartal kedua 2026. Total pengiriman kartu grafis global mencapai 75,5 juta unit.
Pertumbuhan Pasar dan Pergeseran Tren Laptop
Sektor laptop gaming menjadi pendorong utama kenaikan angka penjualan tersebut. Pengiriman kartu grafis untuk laptop melonjak hingga 16,8 persen dibanding kuartal sebelumnya. Sebaliknya, pengiriman GPU untuk komputer desktop justru mengalami penurunan sebesar 4 persen.
Kondisi ini menunjukkan pergeseran preferensi konsumen menuju perangkat serbaguna yang praktis. Para konsumen kini lebih memilih membeli paket laptop gaming secara utuh. Langkah ini dinilai lebih hemat daripada merakit PC desktop secara terpisah.
Dampak Krisis Memori dan Industri AI
Tingginya harga komponen tidak menghentikan minat beli para konsumen gaming. Industri kecerdasan buatan (AI) menyerap pasokan memori dalam jumlah yang sangat besar. Oleh karena itu, kelangkaan komponen memicu kenaikan harga GPU generasi terbaru.
Namun, konsumen tetap rela mengeluarkan dana lebih besar demi mendapatkan perangkat terintegrasi. Produsen berhasil menekan biaya produksi melalui penjualan paket komputer jinjing secara terpadu. Dengan demikian, pertumbuhan industri PC tetap terjaga di tengah tekanan inflasi komponen.
Dinamika Kompetisi Kartu Grafis Diskrit
Pengiriman kartu grafis diskrit juga mencatatkan pertumbuhan yang cukup kuat. Sektor ini tumbuh 12,2 persen secara kuartalan dan 14,1 persen secara tahunan. JPR mencatat pabrikan telah mengirimkan sekitar 20 juta unit GPU diskrit.
Sementara itu, AMD sukses meningkatkan pangsa pasar GPU konsumen menjadi 21 persen. Pencapaian tersebut menunjukkan kebangkitan minat pada segmen penggemar komponen berkinerja tinggi. Oleh sebab itu, persaingan pasar GPU diskrit diprediksi akan berlangsung semakin ketat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














