POSNEWS.CO.ID, JAKARTA — Nexon dikabarkan hampir mendapatkan lisensi pengembangan game baru StarCraft dari Blizzard. Kabar ini membuka peluang kembalinya franchise legendaris tersebut setelah bertahun-tahun vakum.
Posisi Istimewa StarCraft bagi Gamer RTS
Bagi gamer RTS, nama StarCraft 2 memiliki posisi begitu dekat di hati. Game legendaris ini hingga sekarang masih dipertandingkan di ranah esports, meski telah 15 tahun berlalu sejak perilisannya.
Ironisnya, Blizzard selaku developer seakan enggan menyentuh kembali franchise tersebut. Tidak ada game baru yang selalu dinantikan para penggemar setianya selama bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, kondisi kemarau panjang ini mungkin akan berubah dengan masuknya nama Nexon dalam pembicaraan terbaru.
Laporan Chosun soal Negosiasi Kedua Perusahaan
Menurut laporan surat kabar Korea Selatan, Chosun, Nexon dan Blizzard sedang membahas pemberian hak pembuatan game StarCraft baru. Kontrak kesepakatan ini dikabarkan sudah mendekati tahap final.
Sayangnya, belum ada konfirmasi resmi dari kedua perusahaan mengenai kesepakatan tersebut. Informasi ini juga berkaitan dengan laporan sebelumnya soal divisi shooter Nexon yang tengah mengerjakan proyek baru.
Proyek tersebut berlatar semesta StarCraft dan kabarnya dapat diperkenalkan di BlizzCon 2026.
Perubahan Detail Bentuk Kesepakatan
Detail paling penting justru terletak pada perubahan informasi soal bentuk kesepakatannya. Versi awal laporan Chosun menyebut Nexon ingin membeli seluruh IP StarCraft secara utuh.
Namun, publikasi tersebut kemudian memperbarui artikelnya. Laporan terbaru menyatakan pembicaraan kemungkinan hanya mencakup lisensi pengembangan game baru, sementara kepemilikan IP tetap berada di tangan Blizzard.
Sejarah Kevakuman dan Warisan Esports Korea
Jika benar terealisasi, langkah ini akan menjadi angin segar besar bagi franchise yang lama vakum. StarCraft 2 terakhir mendapat konten baru lewat Legacy of the Void pada 2015.
Sementara itu, StarCraft: Remastered hadir pada 2017 sebagai versi terbaru terakhir dari franchise ini. Bagi gamer Korea Selatan, franchise ini memiliki posisi jauh lebih besar dibanding sekadar game PC biasa.
StarCraft sejak 1998 telah menjadi bagian penting sejarah esports Korea. Franchise ini melahirkan liga profesional dan pemain yang kemudian menjadi figur terkenal di industri gaming, bahkan mendorong dukungan pemerintah terhadap industri gaming negara tersebut.
Alasan Strategis di Balik Minat Nexon
Bagi Nexon, kesempatan mengembangkan StarCraft juga masuk akal secara strategis. Perusahaan tersebut memiliki pengalaman panjang dalam game online, serta kini semakin agresif memperluas sayapnya di pasar global.
Bahkan pada 2025, Nexon sempat menjadi kandidat pilihan Blizzard dalam pembicaraan hak pengembangan StarCraft bersama sejumlah publisher Korea lainnya. Hubungan kedua perusahaan semakin erat setelah Nexon mengambil alih layanan Overwatch PC di Korea Selatan pada Agustus 2026.
Namun, belum ada kepastian apakah proyek StarCraft baru ini akan tetap bergenre RTS seperti dua game sebelumnya. Pasalnya, laporan yang beredar justru mengarah pada proyek bergenre shooter.
Ekspektasi yang Perlu Diluruskan
Pada akhirnya, kabar ini bukan berarti StarCraft 3 telah resmi diumumkan. Blizzard juga tidak sedang menjual salah satu IP terbesarnya kepada Nexon.
Kemungkinan lebih realistis adalah Blizzard memberikan Nexon hak membawa StarCraft ke bentuk baru. Langkah ini terjadi setelah lebih dari satu dekade franchise tersebut absen tanpa game baru.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













