Pentagon Siapkan Kapal Induk Kedua Menuju Timur Tengah

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tekanan militer maksimal. Pentagon menyiapkan kapal induk USS George H.W. Bush untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln di Timur Tengah guna menghadapi ancaman Iran jika jalur diplomasi gagal. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Tekanan militer maksimal. Pentagon menyiapkan kapal induk USS George H.W. Bush untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln di Timur Tengah guna menghadapi ancaman Iran jika jalur diplomasi gagal. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Laporan menyebutkan bahwa Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) siap mengerahkan kapal induk kedua ke wilayah Timur Tengah. Langkah strategis ini muncul sebagai respon atas meningkatnya eskalasi hubungan antara Washington dan Teheran selama beberapa pekan terakhir.

Laporan dari The Wall Street Journal pada Rabu (11/2/2026) menyebutkan bahwa militer kemungkinan besar akan mengirim kapal induk USS George H.W. Bush. Saat ini, kapal tersebut sedang menyelesaikan serangkaian latihan pelatihan di lepas pantai Virginia. Pejabat AS mengisyaratkan bahwa militer dapat mempercepat proses latihan tersebut guna memenuhi tenggat waktu pengerahan dalam dua minggu kedepan.

Kehadiran Dua Kapal Induk: Sebuah Sinyal Kuat

Jika rencana ini terlaksana, USS George H.W. Bush akan bergabung dengan kapal induk USS Abraham Lincoln yang sudah lebih dahulu beroperasi di kawasan tersebut. Kehadiran dua kelompok tempur kapal induk (carrier strike groups) secara bersamaan merupakan peristiwa langka yang menunjukkan keseriusan Washington.

Baca Juga :  Teror di Taipei: Eks Tentara Mengamuk dengan Granat Asap dan Pisau, 4 Tewas

Kondisi ini terakhir kali terjadi pada Maret 2025, saat militer mengerahkan USS Harry S. Truman dan USS Carl Vinson secara bersamaan ke Timur Tengah untuk melawan pemberontak Houthi di Yaman. Pengerahan ganda kali ini memiliki bobot politik yang lebih besar karena secara spesifik menyasar kekuatan militer Iran yang semakin asertif di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya.

Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Militer

Langkah militer ini berjalan beriringan dengan upaya diplomatik yang sangat rapuh. Teheran dan Washington baru saja mengadakan pembicaraan tidak langsung di Muscat, Oman, pada hari Jumat lalu. Pertemuan tersebut menjadi dialog formal pertama sejak serangan udara AS terhadap situs nuklir utama Iran pada Juni tahun lalu.

Presiden Donald Trump menegaskan posisinya pada Selasa lalu dengan menyatakan bahwa ia mempertimbangkan aksi militer jika negosiasi tersebut gagal. “Kami sedang mempertimbangkan pengerahan kelompok tempur kapal induk tambahan untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan terhadap Iran,” ujar Trump. Oleh karena itu, pengerahan armada ini berfungsi sebagai alat penekan utama agar Iran mau menerima persyaratan dari pihak Washington di meja perundingan.

Baca Juga :  Mantan Senator Divonis Penjara Karena Bius Rekan Parlemen

Ketidakpastian Perintah Resmi

Meskipun kesiapan militer sudah mencapai tahap lanjut, laporan tersebut menegaskan bahwa Presiden Trump belum menandatangani perintah pengerahan resmi. Rencana pengerahan kapal induk ini masih bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan hasil diskusi diplomatik di Muscat dan Doha.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa penggunaan kekuatan militer tetap menjadi opsi terakhir, namun pembangunan kekuatan di lapangan tidak akan berhenti sampai kedua pihak mencapai kesepakatan yang “definitif dan memiliki mekanisme verifikasi”. Dunia internasional kini memantau dengan cermat apakah kehadiran USS George H.W. Bush di perairan Timur Tengah akan mencegah pecahnya perang atau justru memicu konfrontasi langsung antara kedua musuh bebuyutan tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNN Ungkap 4,1 Juta Penduduk Terpapar, Sekolah Jadi Benteng Anti Narkoba
Bus Transjakarta Lindas Pejalan Kaki di Cilandak, Korban Tewas di TKP
Emak-Emak Bakar Toko Emas di Makassar Pakai Bom Molotov, Sempat Pura-Pura Belanja
Kampung Bahari Digerebek, Polres Jakut Sita 8 Motor Curian dan Sabu 162,89 Gram
Kapolri Hadiri Retret KOKAM Muhammadiyah, Tegaskan Sinergi Jaga Kamtibmas
Wang Yi dan Viktor Orban Pertegas Kemitraan Jangka Panjang
Pesawat Smart Air Ditembaki KKB di Boven Digoel, 2 Pilot Gugur dan 39 Warga Mengungsi
Guru SD di Jember Diduga Telanjangi 22 Murid karena Uang Rp75 Ribu Hilang

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:17 WIB

BNN Ungkap 4,1 Juta Penduduk Terpapar, Sekolah Jadi Benteng Anti Narkoba

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:55 WIB

Bus Transjakarta Lindas Pejalan Kaki di Cilandak, Korban Tewas di TKP

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:10 WIB

Emak-Emak Bakar Toko Emas di Makassar Pakai Bom Molotov, Sempat Pura-Pura Belanja

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:04 WIB

Pentagon Siapkan Kapal Induk Kedua Menuju Timur Tengah

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:44 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Polres Jakut Sita 8 Motor Curian dan Sabu 162,89 Gram

Berita Terbaru

Ilustrasi, Tekanan militer maksimal. Pentagon menyiapkan kapal induk USS George H.W. Bush untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln di Timur Tengah guna menghadapi ancaman Iran jika jalur diplomasi gagal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pentagon Siapkan Kapal Induk Kedua Menuju Timur Tengah

Kamis, 12 Feb 2026 - 17:04 WIB