POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Sistem pertahanan udara Rusia menghentikan serbuan hampir 900 drone Ukraina pada Selasa malam.
Pasalnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi mencegat gelombang serangan masif tersebut di wilayah Moskow serta Semenanjung Krimea.
Selain itu, serangan ini membakar depot bahan bakar utama hingga menewaskan dua warga lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mencatat sekitar 650 drone meluncur menuju kawasan ibu kota.
Namun, unit pertahanan udara Rusia berhasil menjatuhkan ratusan drone tersebut sebelum mendekati pemukiman.
Zelenskyy Memperingatkan Ancaman Gempuran Rudal Balistik
Sementara itu, Presiden Volodymyr Zelenskyy memperingatkan seluruh warga Ukraina mengenai ancaman serangan balasan masif dari Rusia.
Sebab, intelijen Ukraina menemukan persiapan militer Moskow yang menyiagakan sekitar 600 rudal balistik cadangan.
Oleh karena itu, pemerintah Ukraina menyiapkan langkah pencegahan serta memperkuat pertahanan udara domestik secara intensif.
Meskipun demikian, Ukraina masih menghadapi kelangkaan amunisi sistem Patriot untuk menahan gempuran rudal musuh.
Maka dari itu, negara Swedia mengirimkan sistem pertahanan udara Patriot ke Polandia demi mengamankan logistik.
Dampak Kilang Minyak dan Ketegangan Kawasan Baltik
Di samping itu, serangan drone Ukraina terus menyasar fasilitas kilang minyak guna mengikis pendapatan ekonomi Rusia.
Akibatnya, pemerintah Rusia melarang ekspor bahan bakar diesel demi mengamankan pasokan dalam negeri.
Selanjutnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengecam wacana penempatan pasukan serta senjata nuklir Amerika Serikat di Lituania.
Maka, Peskov menilai langkah NATO tersebut memicu eskalasi ketegangan keamanan yang sangat berbahaya di perbatasan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













