Hajime Moriyasu Optimistis Jepang Mampu Tumbangkan Brasil

Senin, 29 Juni 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menantang sejarah di Houston. Pelatih Jepang Hajime Moriyasu meyakini kekuatan kolektif anak asuhnya sanggup meruntuhkan dominasi Brasil demi mengamankan tiket perempat final pertama sepanjang sejarah. Dok: Istimewa.

Menantang sejarah di Houston. Pelatih Jepang Hajime Moriyasu meyakini kekuatan kolektif anak asuhnya sanggup meruntuhkan dominasi Brasil demi mengamankan tiket perempat final pertama sepanjang sejarah. Dok: Istimewa.

HOUSTON, POSNEWS.CO.ID – Pelatih tim nasional Jepang Hajime Moriyasu meyakini bahwa kekuatan kolektif anak asuhnya mampu membawa Samurai Biru menembus babak perempat final Piala Dunia saat bersua Brasil di Houston pada hari Senin.

Solidaritas Tanpa Batas Sang Kuda Hitam

Publik sepak bola menaruh harapan besar pada Jepang sebagai tim kuda hitam yang berpotensi melangkah jauh di turnamen Amerika Utara ini. Jepang sukses mengamankan posisi runner-up grup di bawah Belanda setelah mengemas satu kemenangan dan dua hasil imbang pada laga sebelumnya.

Moriyasu memuji komitmen luar biasa skuadnya menjelang laga krusial kontra pemilik lima trofi Piala Dunia tersebut. “Semua pemain akan memberikan kontribusi terbaik dan berjuang keras demi tim,” ujar Moriyasu pada hari Minggu. “Kami memiliki tim yang sangat solid, dan kebersamaan ini kini tumbuh kian kuat.”

Namun, Jepang kembali harus tampil tanpa penyerang sayap lincah Takefusa Kubo. Pemain andalan tersebut mengalami cedera lutut parah saat Jepang bermain imbang 2-2 melawan Belanda pada laga pembuka turnamen.

Misi Balas Dendam Brasil dan Taktik Ancelotti

Meskipun Jepang sukses menundukkan Brasil 3-2 dalam laga persahabatan di kandang pada bulan Oktober silam, Moriyasu menilai pasukan Carlo Ancelotti akan menyajikan tantangan yang jauh berbeda di Houston. Ia memprediksi skuad Selecao mengusung misi balas dendam demi membalas kekalahan menyakitkan tersebut.

“Mereka kini menjelma menjadi tim yang berbeda dan memiliki motivasi berlipat ganda untuk menumbangkan kami,” tambah Moriyasu. “Kami mengantisipasi laga yang berjalan sangat ketat. Kami memiliki peluang emas, walau laga ini akan menguras energi… kami akan mengerahkan seluruh kekuatan terbaik.”

Menantang Sejarah dan Defisit Waktu Istirahat

Sepanjang sejarah keikutsertaan mereka, Jepang belum pernah melangkah lebih jauh dari babak 16 besar Piala Dunia. Sebaliknya, Brasil tengah memburu gelar juara dunia keenam demi mempertegas hegemoni global mereka di kancah sepak bola internasional.

Baca Juga :  Ibu Hamil Ditandu 7 Km di Maros, DPR Minta Pemda Perbaiki Jalan Rusak

Brasil juga mengantongi keuntungan fisik berupa waktu pemulihan yang lebih panjang karena menyelesaikan laga fase grup mereka sehari lebih awal daripada Jepang. Moriyasu mengakui timnya menghadapi kerugian fisik akibat jadwal tersebut, namun ia enggan menjadikannya sebagai alasan untuk menyerah sebelum bertanding.

Pemenang dari laga hidup-mati ini akan menantang Norwegia atau Pantai Gading pada babak perempat final berikutnya.

Bayang-Bayang Adu Penalti di Masa Lalu

Empat tahun silam, Jepang sempat mengejutkan dunia setelah menundukkan raksasa Eropa seperti Jerman dan Spanyol di fase grup. Namun, langkah luar biasa mereka harus berakhir di babak 16 besar setelah kalah dalam drama adu penalti melawan Kroasia.

Tragisnya, Brasil juga menelan pil pahit serupa pada turnamen yang sama. Langkah Selecao terhenti pada babak perempat final setelah menyerah lewat drama adu penalti kontra lawan yang sama, yakni Kroasia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir
Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS
Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia
Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei
Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer
Langkah Mulus Andy Burnham: Kantongi Dukungan 80 Persen
Militer AS: Gencatan Senjata Selat Hormuz Runtuh
Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:00 WIB

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:00 WIB

Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:00 WIB

Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:07 WIB

Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer

Berita Terbaru