Pigai Bantah Reshuffle Kabinet Merah Putih: “Cuma Gorengan Media”

Senin, 2 Februari 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri HAM Natalius Pigai memberikan pernyataan tegas soal isu reshuffle Kabinet Merah Putih di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (Posnews/KemenHAM)

Menteri HAM Natalius Pigai memberikan pernyataan tegas soal isu reshuffle Kabinet Merah Putih di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (Posnews/KemenHAM)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali panas. Namun Menteri HAM Natalius Pigai langsung pasang badan. Ia menepis tegas kabar reshuffle yang disebut-sebut bakal terjadi dalam waktu dekat.

Pigai menyebut isu tersebut hanyalah gorengan media yang tak berdasar. Ia menegaskan, pemerintah sudah memberikan pernyataan resmi melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang memastikan tidak ada reshuffle kabinet.

“Emang ada? Itu cuma media yang goreng. Mensesneg sudah bilang tidak ada. Kalau Mensesneg bilang tidak ada, ya tidak mungkin ada,” tegas Pigai di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Pigai menilai pernyataan Mensesneg bersifat final dan mencerminkan integritas pemerintah. Karena itu, ia meminta isu reshuffle tidak lagi dipelintir ke mana-mana.

“Ini menyangkut integritas pernyataan negara. Kalau sudah disampaikan, ya harus dihormati,” ujarnya.

Baca Juga :  KUHP Baru Berlaku, Menteri HAM: Pasal Penghinaan Presiden Bersifat Delik Aduan

Lebih lanjut, Pigai juga menyoroti sikap sebagian media yang terus mengejar isu reshuffle ke para menteri lain. Menurutnya, tindakan itu justru memicu kegaduhan politik yang tidak perlu.

“Wartawan jangan goreng-goreng lagi. Itu sama saja tidak menghormati pernyataan pemimpin negara,” katanya, lalu menutup dengan nada santai, “Tapi saya tetap cinta wartawan.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu reshuffle sendiri mencuat sejak pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) pada Rabu (28/1/2026).

Spekulasi menguat lantaran kursi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) kosong setelah Thomas Djiwandono resmi berpindah jabatan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Menanggapi kabar liar tersebut, Mensesneg Prasetyo Hadi kembali meluruskan. Ia menegaskan tidak ada perombakan kabinet, kecuali pengisian jabatan yang ditinggalkan Thomas.

Baca Juga :  Politik Pangan: Mengapa Negara Terobsesi Swasembada Beras?

“Belum ada reshuffle. Yang terjadi hanya peralihan jabatan Wamenkeu ke Deputi Gubernur BI,” tegas Prasetyo.

Ia juga memastikan belum ada pembahasan soal menteri lain yang digeser maupun siapa pengganti Wamenkeu.

“Belum ada. Belum ada,” katanya singkat.

Reshuffle di Tangan Presiden

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyatakan keputusan reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

“Hanya presiden dan Tuhan yang tahu,” ucap Qodari.

Qodari menegaskan, jika reshuffle dilakukan, presiden akan menilai menteri berdasarkan kinerja dan capaian target. Namun hingga kini, ia memastikan belum ada sinyal resmi soal perombakan Kabinet Merah Putih.

Dengan demikian, pemerintah kembali menegaskan isu reshuffle hanyalah spekulasi, sementara fokus kabinet tetap pada kerja dan pencapaian target nasional. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:00 WIB

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:30 WIB

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:10 WIB

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Berita Terbaru

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB

Ilustrasi, Ekonomi Gig menjanjikan kebebasan

INTERNASIONAL

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:00 WIB

Melawan logika dominasi. Ekofeminisme mengungkap bahwa pemulihan bumi mustahil tercapai tanpa meruntuhkan struktur patriarki yang mengeksploitasi perempuan dan alam secara bersamaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:30 WIB

Menembus batas identitas tunggal. Konsep interseksionalitas membuktikan bahwa perjuangan perempuan tidak bisa menggunakan pendekatan 'satu ukuran untuk semua' guna menghapus penindasan yang berlapis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:10 WIB