JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali panas. Namun Menteri HAM Natalius Pigai langsung pasang badan. Ia menepis tegas kabar reshuffle yang disebut-sebut bakal terjadi dalam waktu dekat.
Pigai menyebut isu tersebut hanyalah gorengan media yang tak berdasar. Ia menegaskan, pemerintah sudah memberikan pernyataan resmi melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang memastikan tidak ada reshuffle kabinet.
“Emang ada? Itu cuma media yang goreng. Mensesneg sudah bilang tidak ada. Kalau Mensesneg bilang tidak ada, ya tidak mungkin ada,” tegas Pigai di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Pigai menilai pernyataan Mensesneg bersifat final dan mencerminkan integritas pemerintah. Karena itu, ia meminta isu reshuffle tidak lagi dipelintir ke mana-mana.
“Ini menyangkut integritas pernyataan negara. Kalau sudah disampaikan, ya harus dihormati,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pigai juga menyoroti sikap sebagian media yang terus mengejar isu reshuffle ke para menteri lain. Menurutnya, tindakan itu justru memicu kegaduhan politik yang tidak perlu.
“Wartawan jangan goreng-goreng lagi. Itu sama saja tidak menghormati pernyataan pemimpin negara,” katanya, lalu menutup dengan nada santai, “Tapi saya tetap cinta wartawan.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Isu reshuffle sendiri mencuat sejak pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) pada Rabu (28/1/2026).
Spekulasi menguat lantaran kursi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) kosong setelah Thomas Djiwandono resmi berpindah jabatan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Menanggapi kabar liar tersebut, Mensesneg Prasetyo Hadi kembali meluruskan. Ia menegaskan tidak ada perombakan kabinet, kecuali pengisian jabatan yang ditinggalkan Thomas.
“Belum ada reshuffle. Yang terjadi hanya peralihan jabatan Wamenkeu ke Deputi Gubernur BI,” tegas Prasetyo.
Ia juga memastikan belum ada pembahasan soal menteri lain yang digeser maupun siapa pengganti Wamenkeu.
“Belum ada. Belum ada,” katanya singkat.
Reshuffle di Tangan Presiden
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyatakan keputusan reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
“Hanya presiden dan Tuhan yang tahu,” ucap Qodari.
Qodari menegaskan, jika reshuffle dilakukan, presiden akan menilai menteri berdasarkan kinerja dan capaian target. Namun hingga kini, ia memastikan belum ada sinyal resmi soal perombakan Kabinet Merah Putih.
Dengan demikian, pemerintah kembali menegaskan isu reshuffle hanyalah spekulasi, sementara fokus kabinet tetap pada kerja dan pencapaian target nasional. (red)
Editor : Hadwan





















