Prabowo: Hukum Tak Boleh Jadi Alat Serang Lawan Politik, Siap Gunakan Abolisi-Amnesti

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato tegas soal penegakan hukum dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta. (Posnews/Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato tegas soal penegakan hukum dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta. (Posnews/Setpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto langsung menarik perhatian publik ketika ia menegaskan komitmennya menegakkan hukum secara adil, tegas, dan tanpa tebang pilih.

Ia juga secara terbuka melarang siapa pun menggunakan hukum sebagai senjata untuk menyerang lawan politik.

Prabowo menyampaikan sikap tegas itu di hadapan para tokoh ekonomi dan pejabat negara dalam forum Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Dalam pidatonya, ia secara lugas meminta seluruh aparat mematuhi prinsip keadilan dan menjauhi praktik penyalahgunaan kewenangan.

“Kita harus tegakkan hukum dengan baik. Tidak boleh ada miscarriage of justice. Tidak boleh hukum dipakai untuk mengerjain lawan politik,” tegas Prabowo.

Baca Juga :  BPOM Gerebek Gudang Obat Kuat Ilegal di Jakarta Barat, Pelaku Raup Untung Fantastis

Lebih jauh, Prabowo menyatakan siap menggunakan kewenangan konstitusionalnya, termasuk memberikan abolisi maupun amnesti, jika ia menemukan ketidakadilan dalam proses hukum.

Ia menegaskan tidak akan ragu mengambil langkah tegas demi menjaga marwah keadilan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, ia menuntut pengadilan menerapkan standar pembuktian tinggi, yakni beyond a reasonable doubt, sebelum menjatuhkan vonis.

Dengan demikian, hakim tidak boleh menyisakan keraguan sedikit pun dalam setiap putusan.

Prabowo kemudian menegaskan bahwa kepastian hukum menjadi fondasi utama stabilitas nasional. Ia meyakini Indonesia tidak akan mencapai kemajuan berkelanjutan tanpa sistem hukum yang adil dan transparan.

Baca Juga :  Prabowo: Natal Momentum Kasih dan Harapan, Rakyat Diminta Perkuat Gotong Royong

“Saya ingin ada rule of law di Indonesia. Hanya dengan kepastian hukum kita bisa menjamin stabilitas dan ketenangan bagi rakyat,” ujarnya, yang kembali disambut tepuk tangan hadirin.

Di akhir pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa sejarah membuktikan negara hanya bisa berhasil jika pemerintahannya bersih, adil, dan berintegritas.

Karena itu, ia berkomitmen memastikan hukum benar-benar menjadi alat perlindungan rakyat, bukan alat tekanan politik. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNN Luncurkan Jawa Timur Bersinar, Suyudi: 175 Narkotika Baru dan 5.924 Kasus di Jatim
Bareskrim Polri Tingkatkan Kasus Narkotika AKBP Didik Putra Kuncoro ke Penyidikan
Valentine 2026: Mengapa Experience Gift Kini Lebih Populer?
Lapor KTP Hilang di Pospol Jembatan Tiga, Motor Warga Penjaringan Malah Raib
Self Love: Merayakan Solo Valentine dengan Bangga
Penembakan Pesawat Smart Air di Korowai, Polri-TNI Buru Elkius Kobak
Dari Lumpur ke Arsitektur Ikonik: Evolusi Batu Bata
Tirai Besi Digital: Rusia Blokir WhatsApp dan Paksa Migrasi

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:58 WIB

BNN Luncurkan Jawa Timur Bersinar, Suyudi: 175 Narkotika Baru dan 5.924 Kasus di Jatim

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:20 WIB

Bareskrim Polri Tingkatkan Kasus Narkotika AKBP Didik Putra Kuncoro ke Penyidikan

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:09 WIB

Valentine 2026: Mengapa Experience Gift Kini Lebih Populer?

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:29 WIB

Prabowo: Hukum Tak Boleh Jadi Alat Serang Lawan Politik, Siap Gunakan Abolisi-Amnesti

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:10 WIB

Lapor KTP Hilang di Pospol Jembatan Tiga, Motor Warga Penjaringan Malah Raib

Berita Terbaru