Prajurit Marinir Praka Mar Zaenal Gugur, TNI AL Usulkan Kenaikan Pangkat

Minggu, 5 Oktober 2025 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Penerjun Payung. Dol: Istimewa

Ilustrasi, Penerjun Payung. Dol: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Suasana duka menyelimuti Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Salah satu prajurit terbaiknya, Praka Mar Zaenal Mutaqim, anggota Detasemen Intai Para Amfibi 1 (Den Ipam 1) Marinir, gugur dalam tugas saat menjalankan misi penerjunan Rubber Duck Operations (RDO) dalam rangka Presidential Inspection HUT ke-80 TNI, Rabu (2/10/2025).

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Muda TNI Tunggul, yang menjelaskan kronologi kecelakaan tragis tersebut.

Menurutnya, saat proses Processing Opening Parachute, parasut Praka Zaenal memang terbuka normal, namun terjadi gangguan di udara hingga menyebabkan benturan keras sebelum mendarat di air.

“Parasut tetap mengembang dan mendarat di laut, tetapi saat itu kondisi almarhum mulai kritis,” ujar Tunggul, Minggu (5/10/2025).

Baca Juga :  Satgas Damai Cartenz Edukasi Cinta Tanah Air pada Siswa SD Inpres Dondobaga Puncak Jaya

Tim pengaman laut yang sudah bersiaga langsung bergerak cepat melakukan evakuasi menggunakan ambulance sea rider menuju posko kesehatan Kolinlamil. Dari sana, Praka Zaenal segera dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk mendapatkan perawatan intensif.

Meski sempat sadar dan menjalani penanganan medis selama dua hari, nyawa sang prajurit tak tertolong. Ia dinyatakan gugur pada Sabtu, 4 Oktober 2025, pukul 03.01 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jenazah dimakamkan secara militer di kampung halamannya, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Suasana haru menyelimuti upacara pemakaman.

Baca Juga :  Mungo Man dan Ritual Pemakaman Tertua di Dunia

Rekan-rekan seangkatan menundukkan kepala, memberi penghormatan terakhir kepada sosok prajurit tangguh dan berjiwa juang tinggi itu.

“Kami sangat kehilangan. Praka Zaenal adalah prajurit berprestasi, disiplin, dan memiliki dedikasi luar biasa,” ucap Laksda Tunggul dengan nada berat.

“Atas nama seluruh jajaran TNI AL, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.”

Sebagai bentuk penghormatan, TNI AL akan mengusulkan kenaikan pangkat luar biasa untuk mendiang Praka Mar Zaenal Mutaqim.

Tunggul juga berharap, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh prajurit untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap operasi maupun latihan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB