Sapi Tukar Mobil Listrik: Presiden Uruguay Tiba di Beijing

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tamu jauh dari tenggara Amerika Selatan. Yamandu Orsi jadi pemimpin Latin pertama yang injakkan kaki di Beijing tahun ini, bawa misi dagang strategis. Dok: Istimewa.

Tamu jauh dari tenggara Amerika Selatan. Yamandu Orsi jadi pemimpin Latin pertama yang injakkan kaki di Beijing tahun ini, bawa misi dagang strategis. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Bandara Beijing menyambut tamu istimewa dari belahan bumi selatan pada hari Minggu (1/2). Presiden Republik Oriental Uruguay, Yamandu Orsi, mendarat untuk memulai kunjungan kenegaraan resmi di China yang akan berlangsung hingga 7 Februari.

Kunjungan ini memiliki makna simbolis yang kuat. Presiden Orsi mencatatkan dirinya sebagai pemimpin Amerika Latin pertama yang mengunjungi China pada tahun 2026. Ini juga merupakan lawatan kenegaraan pertamanya ke Tiongkok sejak menjabat pada 2025.

Orsi tidak datang sendirian. Ia membawa serta delegasi gemuk yang terdiri dari pejabat pemerintah, perwakilan bisnis, dan kamar dagang Uruguay. Kehadiran mereka menegaskan fokus ekonomi yang kental dalam agenda diplomatik ini.

Pertemuan Strategis dengan Xi Jinping

Puncak dari kunjungan ini adalah pertemuan terjadwal dengan Presiden China Xi Jinping. Kedua kepala negara akan mengadakan pembicaraan mendalam untuk bertukar pandangan mengenai penguatan “Kemitraan Strategis Komprehensif” China-Uruguay.

Baca Juga :  Sidang Panas DHS: Markwayne Mullin Berdebat dengan Rand Paul dan Ubah Visi ICE

Agenda utama mencakup kerja sama Belt and Road yang berkualitas tinggi serta isu-isu internasional dan regional yang menjadi kepentingan bersama.

Hubungan kedua negara memang sedang hangat-hangatnya. Pada November 2023, kedua negara meningkatkan status hubungan mereka menjadi kemitraan strategis komprehensif. Presiden Xi bahkan mengirim utusan khusus untuk menghadiri pelantikan Orsi pada 2025, menggarisbawahi tingginya rasa saling percaya politik.

Barter Daging Sapi dengan Mobil Listrik

Uruguay, yang terletak di tenggara Amerika Selatan, dikenal sebagai raksasa pertanian dan peternakan. China telah jeli melihat potensi ini. Selama lebih dari satu dekade, China bertahan sebagai mitra dagang terbesar Uruguay dan pasar utama bagi ekspor negara tersebut.

Baca Juga :  Balet Bawah Air: Rahasia Aerodinamika Ikan di Lautan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pola perdagangannya jelas dan saling melengkapi. Uruguay mengirimkan daging sapi, kedelai, dan pulp (bubur kertas) dalam jumlah besar ke China. Sebaliknya, Beijing membanjiri pasar Uruguay dengan produk teknologi tinggi, khususnya kendaraan listrik (electric vehicles) dan barang elektronik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyambut optimis kedatangan Orsi.

“China berharap kunjungan ini akan memainkan peran positif dalam memperdalam kemitraan strategis komprehensif lebih lanjut,” ujar Guo.

Di bawah bimbingan strategis kedua kepala negara, kerja sama di berbagai bidang telah maju dengan stabil. Kunjungan ini diharapkan dapat membuka keran investasi baru dan memperluas akses pasar bagi produk unggulan kedua negara di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026
Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem
Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari
Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026
Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular
Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14 WIB

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:57 WIB

Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem

Senin, 23 Maret 2026 - 16:30 WIB

Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari

Senin, 23 Maret 2026 - 16:21 WIB

Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:14 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular

Berita Terbaru

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Mar 2026 - 17:14 WIB