BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Bandara Beijing menyambut tamu istimewa dari belahan bumi selatan pada hari Minggu (1/2). Presiden Republik Oriental Uruguay, Yamandu Orsi, mendarat untuk memulai kunjungan kenegaraan resmi di China yang akan berlangsung hingga 7 Februari.
Kunjungan ini memiliki makna simbolis yang kuat. Presiden Orsi mencatatkan dirinya sebagai pemimpin Amerika Latin pertama yang mengunjungi China pada tahun 2026. Ini juga merupakan lawatan kenegaraan pertamanya ke Tiongkok sejak menjabat pada 2025.
Orsi tidak datang sendirian. Ia membawa serta delegasi gemuk yang terdiri dari pejabat pemerintah, perwakilan bisnis, dan kamar dagang Uruguay. Kehadiran mereka menegaskan fokus ekonomi yang kental dalam agenda diplomatik ini.
Pertemuan Strategis dengan Xi Jinping
Puncak dari kunjungan ini adalah pertemuan terjadwal dengan Presiden China Xi Jinping. Kedua kepala negara akan mengadakan pembicaraan mendalam untuk bertukar pandangan mengenai penguatan “Kemitraan Strategis Komprehensif” China-Uruguay.
Agenda utama mencakup kerja sama Belt and Road yang berkualitas tinggi serta isu-isu internasional dan regional yang menjadi kepentingan bersama.
Hubungan kedua negara memang sedang hangat-hangatnya. Pada November 2023, kedua negara meningkatkan status hubungan mereka menjadi kemitraan strategis komprehensif. Presiden Xi bahkan mengirim utusan khusus untuk menghadiri pelantikan Orsi pada 2025, menggarisbawahi tingginya rasa saling percaya politik.
Barter Daging Sapi dengan Mobil Listrik
Uruguay, yang terletak di tenggara Amerika Selatan, dikenal sebagai raksasa pertanian dan peternakan. China telah jeli melihat potensi ini. Selama lebih dari satu dekade, China bertahan sebagai mitra dagang terbesar Uruguay dan pasar utama bagi ekspor negara tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pola perdagangannya jelas dan saling melengkapi. Uruguay mengirimkan daging sapi, kedelai, dan pulp (bubur kertas) dalam jumlah besar ke China. Sebaliknya, Beijing membanjiri pasar Uruguay dengan produk teknologi tinggi, khususnya kendaraan listrik (electric vehicles) dan barang elektronik.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyambut optimis kedatangan Orsi.
“China berharap kunjungan ini akan memainkan peran positif dalam memperdalam kemitraan strategis komprehensif lebih lanjut,” ujar Guo.
Di bawah bimbingan strategis kedua kepala negara, kerja sama di berbagai bidang telah maju dengan stabil. Kunjungan ini diharapkan dapat membuka keran investasi baru dan memperluas akses pasar bagi produk unggulan kedua negara di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia




















