Rekening ‘Boneka’ Jaringan Koko Erwin Putar Rp211 Miliar, Bareskrim Ciduk Warga Deli Serdang

Jumat, 24 April 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Bareskrim Polri menunjukkan tersangka kasus rekening penampung dana narkoba Rp211 miliar di Jakarta. (Posnews/Ist)

Polisi Bareskrim Polri menunjukkan tersangka kasus rekening penampung dana narkoba Rp211 miliar di Jakarta. (Posnews/Ist)

DELI SERDANG, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali mengungkap praktik licik sindikat narkoba internasional.

Kali ini, polisi membongkar aliran dana jumbo hingga Rp211,2 miliar yang diduga terkait jaringan Erwin Iskandar alias Koko Erwin.

Dalam pengembangan kasus, penyidik menetapkan Muhammad Jainun (49) sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga Lubuk Pakam, Deli Serdang itu ditangkap pada Jumat, 17 April 2026 malam setelah terbukti berperan sebagai penyedia rekening penampung transaksi narkotika.

Modus Licik: Jual Data Pribadi Demi Uang Bulanan

Penyidik menganalisis aliran dana mencurigakan milik Andre Fernando alias The Doctor, yang berperan sebagai penyuplai narkotika jaringan internasional tersebut.

Dari hasil analisis itu, penyidik menemukan rekening atas nama Muhammad Jainun yang diduga kuat menjadi penampung dana hasil transaksi haram.

Selanjutnya, tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin Kombes Handik Zusen bersama Satgas NIC di bawah Kombes Kevin Leleury bergerak cepat memburu pelaku.

Akhirnya, tim berhasil mengamankan Jainun di kediamannya di Lubuk Pakam.

Peran Tersangka Hanya “Pinjam Identitas”

Dari hasil interogasi, terungkap skema sederhana namun berbahaya. Jainun mengaku diminta oleh keponakannya berinisial HB (DPO) yang tinggal di Malaysia untuk membuka rekening bank BCA lengkap dengan ATM dan akses mobile banking.

Baca Juga :  Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM

Selanjutnya, seluruh fasilitas perbankan itu dikirim ke Malaysia.

Sebagai imbalan, Jainun menerima uang bulanan:

  • Awalnya Rp600 ribu per bulan
  • Naik menjadi Rp1 juta per bulan sejak 2025

Tak berhenti di situ, Jainun bahkan diminta membuat token perbankan untuk memperlancar transaksi mencurigakan tersebut.

Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar

Analisis transaksi mengungkap fakta mencengangkan:

  • Total perputaran dana: ± Rp211,2 miliar
  • Dana masuk dan keluar masing-masing: ± Rp105,6 miliar
  • Transaksi bulanan bisa tembus Rp3 miliar
  • Nilai transaksi tunggal mencapai Rp8 miliar

Selain itu, penyidik juga menemukan pola:

  • Smurfing (pemecahan transaksi agar tak terdeteksi)
  • Layering (perputaran dana berulang untuk menyamarkan asal uang)

Artinya, penyidik kuat menduga rekening tersebut menjadi bagian dari praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang terstruktur dan masif.

Unsur Kesengajaan: Tersangka Tak Bisa Mengelak

Dalam gelar perkara, penyidik menegaskan bahwa mereka tetap menjerat Jainun secara hukum meski ia mengaku tidak mengetahui tujuan rekening tersebut.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Jabodetabek Malam Ini

Pasalnya, ia secara sadar:

  • Memberikan identitas pribadi
  • Membuka rekening
  • Menyerahkan akses penuh kepada pihak lain

Hal ini menunjukkan kategori “dolus eventualis”, yaitu kesengajaan dengan kesadaran bahwa perbuatannya berpotensi digunakan untuk kejahatan.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti:

  • 2 unit handphone (Samsung Galaxy A33 & Note 2)
  • 1 kartu ATM BCA
  • 1 buku tabungan BCA

Atas perbuatannya, penyidik menjerat tersangka dengan:

  • UU Narkotika No. 35 Tahun 2009
  • KUHP terbaru (UU No. 1 Tahun 2023 & 2026)
  • UU TPPU No. 8 Tahun 2010

Ancaman hukuman berat pun mengintai, termasuk pidana penjara dan denda besar.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa kasus ini belum berhenti.

“Tim terus melakukan pengembangan dan memburu HB yang saat ini berstatus DPO di Malaysia,” tegasnya.

Selain itu, penyidik juga akan menggandeng ahli pidana dan TPPU untuk memperkuat berkas perkara. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengaku Dibacok Begal, Pria Ini Habiskan Rp3,6 Juta Uang Pinjaman untuk Judol
Camry Tabrak Water Barrier dan APV di Simpang Sentul, Satu Orang Luka
Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan dan Mesin Ekstasi Disita
Petasan Sambut Ratusan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari, Ini Hasilnya
Terjatuh di Tengah Konvoi Futsal, Perempuan Asal Bali Tewas Terlindas
Hendak Terbang ke Manila, WN India Terciduk Punya 2 Paspor Identitas Berbeda
Betrand Peto Bakal Diperiksa Lagi, Polisi Dalami Visum dan CCTV
Kecelakaan Maut di Cikuda Bogor, Pemotor Perempuan Tewas Terbentur Truk

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 15:43 WIB

Mengaku Dibacok Begal, Pria Ini Habiskan Rp3,6 Juta Uang Pinjaman untuk Judol

Minggu, 1 November 2026 - 13:32 WIB

Camry Tabrak Water Barrier dan APV di Simpang Sentul, Satu Orang Luka

Minggu, 1 November 2026 - 11:44 WIB

Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan dan Mesin Ekstasi Disita

Minggu, 1 November 2026 - 11:21 WIB

Petasan Sambut Ratusan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari, Ini Hasilnya

Minggu, 1 November 2026 - 06:01 WIB

Terjatuh di Tengah Konvoi Futsal, Perempuan Asal Bali Tewas Terlindas

Berita Terbaru

Visa kolaborasi dengan MOONTON dan Bank Jago rilis kartu debit edisi terbatas MLBB M8 serta jadi sponsor M Series. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Visa Gandeng MOONTON dan Bank Jago: Hadirkan Kartu Debit

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:52 WIB

GameSir merilis controller G7 Pro edisi Sunset Boulevard dan Ocean Breeze bernuansa Vice City GTA 6. Simak spesifikasi sensor TMR. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

GameSir Rilis Controller G7 Pro Edisi Vice City GTA 6

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB

Strava resmi terintegrasi dengan Google Gemini via Connected Apps. Simak cara menghubungkan akun dan keunggulan analisis. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Strava Gandeng Google Gemini Hadirkan Analisis Performa

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:49 WIB