Remaja 17 Tahun Disekap di Ancol, Polisi Fokus Pemulihan Psikologis Korban

Senin, 27 April 2026 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus Penyekapan dan Narkoba Terungkap di Hotel Ancol, Polisi Buru Jaringan. (Posnews/Ist)

Kasus Penyekapan dan Narkoba Terungkap di Hotel Ancol, Polisi Buru Jaringan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus penyekapan remaja 17 tahun di Ancol, Jakarta Utara, kini ditangani serius oleh Polres Metro Jakarta Utara bersama Polda Metro Jaya.

Polisi menegaskan tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga memprioritaskan keselamatan dan pemulihan korban.

Peristiwa ini terungkap setelah laporan masyarakat masuk pada Sabtu (25/4/2026) dini hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung bergerak ke lokasi hotel di kawasan Ancol.

Hasilnya, korban berhasil diselamatkan. Polisi juga mengamankan seorang pria warga negara asing berinisial CH yang diduga terlibat dalam penyekapan.

Baca Juga :  Indonesia Tegas, Pemerintah Kecewa Uni Eropa Banding Putusan WTO Soal Baja Nirkarat

Korban Dapat Pendampingan Intensif

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan keselamatan korban menjadi prioritas utama.

Petugas langsung mengevakuasi korban, memberikan pemeriksaan kesehatan, serta pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma.

Selain itu, polisi berkoordinasi dengan pihak terkait agar korban mendapatkan perlindungan berkelanjutan secara menyeluruh.

Dalam prosesnya, polisi menerapkan pendekatan humanis. Penanganan dilakukan hati-hati agar tidak menambah trauma korban, sekaligus menjaga kerahasiaan identitas.

Dengan demikian, proses hukum tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi mental korban.

Terkuak Dugaan Narkoba dan Kekerasan

Di sisi lain, penyidik menemukan indikasi tindak pidana lain. Polisi menyita barang bukti narkoba dari lokasi dan membuka pengembangan kasus.

Baca Juga :  Logika Kepantasan: Mengapa Negara Mematuhi Aturan Meskipun Tidak Menguntungkan?

Saat ini, aparat telah membuat dua laporan polisi, yakni terkait dugaan kekerasan seksual dan kasus narkotika.

Selanjutnya, polisi mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas, termasuk dugaan sindikat narkoba lintas negara.

Pelaku dan barang bukti kini diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Oleh karena itu, polisi mengajak masyarakat ikut mengawasi perkembangan kasus ini. Langkah tersebut untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.

โ€œSilakan masyarakat mengawal sebagai bentuk kontrol sosial,โ€ tegas Budi. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga
Kebakaran NPCT1 Tanjung Priok Hanguskan 51 Isotank, Polisi Gandeng Labfor
WNA Thailand Diduga Salahgunakan Izin Tinggal, Buka Kelas Face Lifting di Hotel
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah
Sopir Taksi Green Terseret BYD 50 Meter di Tol Tomang, Ini Kronologinya
Polisi Gerebek Kos di Kampung Bahari, Bandar dan 4 Pengguna Sabu Ditangkap
Pulang dari Perantauan Demi Memilih, Partisipasi Pilkades Bekasi Capai 95 Persen
Ibadah GKPI di Rajeg Tangerang Dibubarkan, Polisi Pilih Jalur Mediasi

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:28 WIB

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga

Selasa, 22 September 2026 - 14:34 WIB

Kebakaran NPCT1 Tanjung Priok Hanguskan 51 Isotank, Polisi Gandeng Labfor

Selasa, 22 September 2026 - 10:52 WIB

WNA Thailand Diduga Salahgunakan Izin Tinggal, Buka Kelas Face Lifting di Hotel

Selasa, 22 September 2026 - 05:52 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Senin, 21 September 2026 - 17:50 WIB

Sopir Taksi Green Terseret BYD 50 Meter di Tol Tomang, Ini Kronologinya

Berita Terbaru

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:28 WIB

Kamera portabel CAIM1 memakai kipas mini Noctua NF-A4x10 untuk pendinginan video 4K dan pemrosesan kriptografi. Simak detail spesifikasinya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kamera CAIM1 Gunakan Kipas Mini Noctua untuk Mendinginkan

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:29 WIB