JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Kasus narkoba yang menjerat aktor Revaldo Fifaldi memasuki babak baru.
Polisi kini tidak hanya memeriksa Revaldo, tetapi juga memburu orang yang diduga memasok sabu kepadanya.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi memastikan penyidik telah mengantongi informasi mengenai pemasok tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Betul pemasok kita buru,” kata Nasriadi, Rabu (26/8/2026).
Pesan Sabu Setengah Gram
Dari pemeriksaan awal, Revaldo mengaku mendapatkan sabu dengan cara memesan kepada seseorang.
Jumlahnya setengah gram dengan harga Rp650 ribu. Pembayaran dilakukan melalui transfer.
“Dari hasil interogasi, BB sabu dibeli dari seseorang seharga Rp650.000 dengan cara memesan sabu setengah gram dan dibayar dengan cara transfer,” ujar Nasriadi.
Keterangan itu kini menjadi salah satu pintu bagi penyidik untuk menelusuri pemasok. Polisi masih mendalami identitas, keberadaan, serta kemungkinan jaringan yang terhubung dengan orang tersebut.
Ditangkap di Apartemen
Revaldo ditangkap pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di sebuah apartemen di kawasan Tangerang Selatan.
Penangkapan bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika. Polisi kemudian bergerak melakukan penyelidikan hingga menemukan Revaldo di lokasi.
Petugas selanjutnya mengamankan dan menggeledahnya.
Bong, Pipet hingga Alprazolam Disita
Dalam penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
Barang bukti tersebut meliputi tiga plastik klip bekas sabu, dua korek modifikasi, tiga pipet, tiga bong, setengah butir alprazolam, setengah butir Xanax, dua kotak penyimpanan, dan satu telepon seluler.
Ponsel milik Revaldo ditemukan di rak sepatu.
Setelah itu, Revaldo bersama barang bukti dibawa ke Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Tes Urine Positif
Hasil pemeriksaan urine menunjukkan Revaldo positif mengonsumsi narkotika dan psikotropika.
Namun, proses hukum tidak berhenti pada hasil tes tersebut. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian perkara, termasuk asal-usul sabu dan pihak yang memasoknya.
Polisi Bidik Pemasok
Pengakuan mengenai transaksi melalui transfer menjadi petunjuk penting bagi penyidik. Polisi kini berusaha menemukan pemasok yang disebut dalam pemeriksaan awal.
Langkah ini penting karena pemberantasan narkoba tidak cukup hanya menangkap pengguna. Sumber barang dan jaringan pemasok juga harus dibongkar agar mata rantai peredaran narkotika bisa diputus.
Kasus Revaldo sekaligus menjadi pengingat bahwa transaksi narkoba melalui metode pembayaran digital tetap dapat ditelusuri penyidik.
Satu transaksi senilai Rp650 ribu kini membuka jalan bagi polisi untuk mengejar pemasok.
Jika berhasil ditangkap, penyidik memiliki peluang mengungkap lebih jauh siapa saja yang berada di belakang peredaran narkoba tersebut. **
Editor : Hadwan














