Imigrasi Gerebek Jaringan Love Scamming AI, 27 WN China Diciduk di Tangerang

Senin, 19 Januari 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman menunjukkan baran bukti jaringan Love Scamming AI, 27 WN China ditangkap Imigrasi. (Posnews/Ist)

Plt Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman menunjukkan baran bukti jaringan Love Scamming AI, 27 WN China ditangkap Imigrasi. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Indonesia saat ini sudah menjadi lahan empuk pelaku kejahatan internasional. Baru-baru ini, Direktorat Jenderal Imigrasi menggerebek jaringan penipuan cinta internasional.

Selain itu, petugas menciduk 27 warga negara asing (WNA) asal China di Tangerang dan Tangerang Selatan karena diduga menyalahgunakan izin tinggal untuk menjalankan kejahatan siber love scamming berbasis kecerdasan buatan (AI).

Para pelaku menipu korban dengan identitas palsu. Mereka memanfaatkan teknologi AI untuk menyamar sebagai perempuan, merayu korban, lalu menguras uang secara sistematis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman mengungkapkan, operasi penindakan ini membongkar praktik terorganisasi lintas lokasi yang selama ini beroperasi secara senyap.

“Tim Subdirektorat Pengawasan Keimigrasian mengamankan 27 WNA yang menyalahgunakan izin tinggal untuk kejahatan siber love scamming secara terorganisasi di Tangerang dan Tangerang Selatan,” tegas Yuldi, Senin (19/1/2026).

Baca Juga :  Laporan GAO Ungkap Borok Pangkalan Imigrasi Texas

Penggerebekan dilakukan bertahap dan menyasar sejumlah lokasi. Pada 8 Januari 2026, petugas menangkap 13 WN China dan satu WN Vietnam di kawasan Gading Serpong. Dua hari berselang, petugas kembali mengamankan tujuh warga negara China di wilayah Tangerang.

Aksi berlanjut pada 16 Januari 2026. Kali ini, Imigrasi menciduk empat WN China di perumahan kawasan Tangerang. Tak lama kemudian, petugas ikut meringkus dua warga negara China lain yang masuk daftar Subject of Interest (SOI).

Jaringan Kejahatan Siber

Hasil pemeriksaan mengungkap fakta mengejutkan. Seluruh pelaku terhubung dalam satu jaringan kejahatan siber yang dikendalikan lima WN China berinisial ZK, ZH, ZJ, BZ, dan CZ.

Baca Juga :  Tiga DPO KKB Yahukimo Diterbangkan ke Jayapura, Polda Papua Dalami Jaringan

“ZK bertindak sebagai otak jaringan, ZH sebagai penyandang dana, sedangkan ZJ, BZ, dan CZ mengendalikan operasional hingga eksekusi lapangan,” beber Yuldi.

Para pelaku beraksi secara tertutup, bersembunyi di perumahan sepi, dan mengandalkan ponsel, komputer, serta laptop untuk melancarkan penipuan lintas negara.

Imigrasi menegaskan penindakan ini bukan sekadar razia, melainkan langkah tegas menjaga kedaulatan hukum dan keamanan nasional.

“Kami menerapkan selective policy. Hanya orang asing yang memberi manfaat dan tidak membahayakan keamanan serta ketertiban umum yang boleh berada di Indonesia,” tegas Yuldi.

Aparat terus mengembangkan kasus ini.. Imigrasi kini memburu kemungkinan jaringan lanjutan dan menggali potensi korban dari aksi love scamming berbasis AI yang makin meresahkan.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baru Pamer KTA PSI, Jokowi: Suka-Suka Saya, Politik Itu Momentum
KPK Sita USD, SGD hingga Emas di BPN Jatim, Ada Petunjuk Penerimaan Tunai
9 Pemuda Diamankan di Cibubur, Polisi Temukan 9 Klip Diduga Tembakau Sintetis
Putar Balik Berujung Tabrakan di Plasa Senayan, 3 Orang Terluka
Bupati Gowa Sitti Husniah Segera Diperiksa, Polisi Buka Peluang Penahanan
Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Mendadak Kosong, Kemenimipas Telusuri Barang
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Bupati Gowa Sitti Husniah Jadi Tersangka, Polisi Bongkar 4 Dugaan Pemerasan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:17 WIB

Baru Pamer KTA PSI, Jokowi: Suka-Suka Saya, Politik Itu Momentum

Minggu, 27 September 2026 - 14:12 WIB

KPK Sita USD, SGD hingga Emas di BPN Jatim, Ada Petunjuk Penerimaan Tunai

Minggu, 27 September 2026 - 13:57 WIB

9 Pemuda Diamankan di Cibubur, Polisi Temukan 9 Klip Diduga Tembakau Sintetis

Sabtu, 26 September 2026 - 21:17 WIB

Putar Balik Berujung Tabrakan di Plasa Senayan, 3 Orang Terluka

Sabtu, 26 September 2026 - 21:07 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Segera Diperiksa, Polisi Buka Peluang Penahanan

Berita Terbaru

Kolombia mengekstradisi gembong narkoba Geovany Andres Rojas ke AS. Simak rincian pergeseran kebijakan keamanan Presiden Abelardo de la Espriella. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:30 WIB

Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka Selat Hormuz. Simak detail tanggapan AS, isu nuklir Iran, dan dampak ekonomi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Minggu, 27 Sep 2026 - 19:30 WIB