Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki KKB Pimpinan Elkius Kobak Yang Memakan Korban 5 Warga Sipil

Kamis, 25 September 2025 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAPUA, POSNEWS.CO.ID – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak kembali menebar teror di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Baca Juga :  Evakuasi TNI-Polri di Yalimo Papua, 9 Orang Diselamatkan

Aksi sadis mereka menewaskan lima warga sipil dalam dua gelombang kekerasan yang terjadi Minggu malam (20/9/2025) hingga Senin pagi (21/9/2025).

Baca Juga :  Satgas Damai Cartenz Beri Bingkisan Makanan, Anak-anak Kampung Ansudu Senyum Ceria
Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solidaritas Nelayan Indonesia Audensi ke Setneg, Sampaikan 14 Tuntutan ke Presiden Prabowo Subianto
Wanita Muda di Pademangan Curi Motor, Polisi Tangkap Pelaku di Kampung Bahari
Polri dan Singapore Police Bongkar Jaringan Perdagangan Bayi Lintas Negara
Evakuasi TNI-Polri di Yalimo Papua, 9 Orang Diselamatkan
Solidaritas Nelayan Indonesia, Rembuk Nelayan 2025
Pelaku Penembakan Dua Brimob di Nabire Papua Ditangkap

Berita Terkait

Minggu, 5 Oktober 2025 - 05:53 WIB

Solidaritas Nelayan Indonesia Audensi ke Setneg, Sampaikan 14 Tuntutan ke Presiden Prabowo Subianto

Jumat, 26 September 2025 - 14:00 WIB

Wanita Muda di Pademangan Curi Motor, Polisi Tangkap Pelaku di Kampung Bahari

Kamis, 25 September 2025 - 09:57 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki KKB Pimpinan Elkius Kobak Yang Memakan Korban 5 Warga Sipil

Sabtu, 20 September 2025 - 15:27 WIB

Polri dan Singapore Police Bongkar Jaringan Perdagangan Bayi Lintas Negara

Kamis, 18 September 2025 - 17:48 WIB

Evakuasi TNI-Polri di Yalimo Papua, 9 Orang Diselamatkan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB