BOGOR, POSNEWS.CO.ID β Perjalanan HS (54) dan RN (55) berubah menjadi tragedi di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pasangan suami istri itu tewas setelah sepeda motor yang mereka kendarai terjatuh dan terlindas dump truck.
Kecelakaan maut tersebut terjadi Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 08.10 WIB di depan Diklat BPJS, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi menduga kecelakaan bermula saat HS mencoba mendahului sepeda motor lain.
Senggolan Kecil Berujung Petaka
HS mengendarai Honda Supra X F-4681-LP. RN duduk sebagai penumpang. Keduanya melaju dari arah Gadog menuju kawasan Puncak.
Saat menyalip, stang kiri motor HS diduga menyenggol stang kanan sepeda motor lain.
Benturan itu membuat motor kehilangan keseimbangan. HS kemudian oleng dan terjatuh ke sisi kanan jalan.
Nahas, pada saat bersamaan dump truck Mitsubishi Canter FE 75 melaju dari arah berlawanan.
Jarak yang sudah terlalu dekat membuat kecelakaan tak terhindarkan.
Dua Nyawa Melayang di Bawah Truk
HS terlindas roda depan kanan dump truck. Sementara RN terlindas roda belakang kendaraan berat tersebut.
Keduanya mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Petugas kemudian mengevakuasi jenazah pasangan tersebut ke RSPG Cisarua untuk penanganan lebih lanjut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Arif Rahman membenarkan kecelakaan yang merenggut dua nyawa tersebut.
βKorban pasangan suami istri dan masih warga sekitar,β kata Arif, Selasa (25/8/2026).
Pengendara yang Bersenggolan Malah Pergi
Tragedi semakin menyisakan tanda tanya. Pengendara motor yang diduga bersenggolan dengan kendaraan korban belum diketahui identitasnya.
Pengendara tersebut disebut tetap melaju meninggalkan lokasi setelah kecelakaan.
Polisi kini berupaya mencari informasi mengenai kendaraan dan pengendaranya. Petugas juga mengumpulkan keterangan saksi serta bukti di lokasi untuk mengurai kejadian secara menyeluruh.
Jalur Puncak Kembali Ingatkan Bahaya Menyalip
Kecelakaan ini menjadi peringatan keras bagi pengguna Jalan Raya Puncak.
Menyalip bukan sekadar soal kecepatan. Pengendara harus memastikan jarak aman, melihat kondisi dari arah berlawanan, serta memperhitungkan ruang untuk kembali ke jalur.
Jangan memaksakan manuver hanya karena ingin segera melewati kendaraan di depan. Kesalahan sepersekian detik dapat menghadirkan konsekuensi yang tidak bisa diperbaiki.
Apalagi, jalur Puncak memiliki arus kendaraan yang padat dan melibatkan berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan berat.
Keselamatan Harus Jadi Prioritas
Tragedi HS dan RN kembali menunjukkan bahwa kecelakaan fatal bisa berawal dari senggolan kecil.
Karena itu, pengendara perlu menjaga kecepatan, mempertahankan jarak aman, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan tidak mengambil risiko saat kondisi lalu lintas tidak memungkinkan.
Lebih baik terlambat sampai tujuan daripada kehilangan nyawa di perjalanan. Keselamatan bukan penghambat perjalanan, tetapi syarat utama untuk bisa tiba dengan selamat. **
Editor : Hadwan














