Siapa Perekrut Peserta Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda?

Rabu, 4 November 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bhudi Hermanto. (Posnews/Humas PMJ)

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bhudi Hermanto. (Posnews/Humas PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya membantah menyewa sejumlah orang untuk berpura-pura menjadi mahasiswa dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Namun, kepolisian kini mengaudit dan menyelidiki dugaan kehadiran peserta bayaran yang mengenakan jas almamater dalam kegiatan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan, kepolisian maupun penyelenggara tidak mengetahui adanya orang yang diduga dibayar untuk tampil sebagai mahasiswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kepolisian, penyelenggara pastinya tidak ingin, tidak mengetahui bahwa ada mahasiswa sewaan tadi,” kata Budi, Rabu (4/11/2026).

Budi menyebut pihak yang mengundang kelompok tersebut bukan berasal dari kepolisian. Ia juga menjelaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda terbuka bagi seluruh kalangan pemuda, bukan hanya mahasiswa.

Menurut dia, kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai elemen, termasuk penyanyi dari Ambon dan organisasi Forum Betawi Rempug (FBR). Sementara itu, pelaksanaan teknis acara ditangani event organizer (EO).

“Namanya Sumpah Pemuda kan tidak harus mahasiswa. Seluruh pemuda boleh melaksanakan. Ya pastinya ada EO sendiri, enggak mungkin kita ngurusin,” ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Putus Cinta, Pemuda di Tasikmalaya Nekat Minum Racun Tikus Campur Kopi

Jas Almamater Jadi Fokus Penyelidikan

Meski membantah menyewa peserta, Polda Metro Jaya tetap mendalami dugaan adanya orang yang menerima bayaran untuk mengikuti deklarasi dengan mengenakan atribut perguruan tinggi.

Penyelidikan diarahkan untuk mengetahui bagaimana peserta tersebut bisa berada di tengah kegiatan, siapa yang mengundang, serta siapa yang menyediakan bayaran.

Budi memastikan proses audit dan investigasi masih berjalan. Kepolisian ingin mengungkap persoalan tersebut secara menyeluruh sebelum menyampaikan kesimpulan kepada publik.

“Nah, makanya ini audit, investigasi didalami, kenapa mahasiswa bayaran tadi dalam tanda kutip bisa berada di situ menggunakan jas almamater,” imbuhnya.

Ia menegaskan, pihak yang terbukti bertanggung jawab akan dikenai sanksi. Namun, kepolisian belum mengumumkan identitas pihak yang diduga merekrut atau membayar peserta tersebut.

“Hasil penyelidikan apa, nanti akan saya sampaikan secara lengkap. Nah, setelah itu komprehensif, paripurna, kami akan sampaikan pasti. Dan siapa yang bertanggung jawab terhadap itu pasti akan ada sanksinya,” tegas Budi.

Deklarasi Diikuti Sekitar 100 Mahasiswa

Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 digelar pada 29 Oktober untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Baca Juga :  Kapal Induk Pertama RI KRI Sriwijaya Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat

Kegiatan bertema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” itu diikuti sekitar 100 mahasiswa bersama sejumlah tokoh dan elemen masyarakat.

Dalam acara tersebut, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad mengajak generasi muda menjaga persatuan serta melawan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

Namun, pesan persatuan itu kemudian menjadi sorotan setelah muncul dugaan peserta yang mengenakan jas almamater bukan mahasiswa aktif dan menerima bayaran untuk hadir.

Polemik tersebut juga memicu tanggapan dari sejumlah perguruan tinggi terkait penggunaan atribut kampus.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas polemik penyelenggaraan deklarasi dan menyatakan kritik publik menjadi bahan evaluasi.

Kini, hasil investigasi menjadi hal yang paling dinantikan. Publik membutuhkan penjelasan terbuka mengenai proses perekrutan, penggunaan jas almamater, serta pihak yang bertanggung jawab.

Sebab, semangat Sumpah Pemuda tidak semestinya berhenti pada seremoni dan atribut. Kejujuran, tanggung jawab, dan keteladanan harus menjadi landasan setiap kegiatan yang membawa nama generasi muda Indonesia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenal Kombes Pol Ardyansyah, Perwira Intelijen Polda Metro Jaya
Sidang Dugaan Penculikan Penjaringan, Korban Mengaku Diseret ke Fortuner Putih
Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan
Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap
Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali
Uang Palsu Rp20 Juta Diduga Dipakai Beli Etomidate, Satu Pria Diburu
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:31 WIB

Siapa Perekrut Peserta Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda?

Rabu, 4 November 2026 - 10:16 WIB

Mengenal Kombes Pol Ardyansyah, Perwira Intelijen Polda Metro Jaya

Rabu, 4 November 2026 - 08:10 WIB

Sidang Dugaan Penculikan Penjaringan, Korban Mengaku Diseret ke Fortuner Putih

Selasa, 3 November 2026 - 21:26 WIB

Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap

Berita Terbaru

Corsair dan Embark Studios resmi meluncurkan lini periferal bertema ARC Raiders. Koleksi premium ini mencakup papan tik, tetikus, perangkat dengar, dan memberikan bonus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Corsair dan Embark Rilis Periferal ARC Raiders

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:53 WIB

Blaze Entertainment resmi merilis konsol genggam retro Evercade Nexus. Konsol ini menyajikan layar besar, stik analog ganda, dan dukungan ratusan kaset fisik. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Blaze Entertainment Rilis Konsol Retro Evercade Nexus

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:46 WIB