WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Rilis dokumen terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein kembali mengguncang dunia internasional. Departemen Kehakiman AS menyiarkan ribuan halaman berkas yang mengungkap jaringan komunikasi sang terpidana kasus seks anak tersebut dengan berbagai tokoh elite global.
Dokumen FBI tersebut mengidentifikasi setidaknya 10 individu sebagai “rekan konspirator”. Nama-nama seperti pendiri Microsoft Bill Gates, Sekretaris Perdagangan Howard Lutnick, hingga miliarder Inggris Richard Branson kembali muncul dalam pusaran pengawasan publik.
Bantahan Keras PM Malaysia Anwar Ibrahim
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim segera memberikan klarifikasi setelah pertukaran email berusia 14 tahun menyeret namanya. Melalui unggahan di Facebook pada 1 Februari, Anwar membantah keras memiliki hubungan dengan Epstein.
“Saya baru tahu hari ini bahwa ada pihak luar yang ingin bertemu dan bahkan ‘mencatut’ nama saya dalam email terkait kasus Epstein,” tulis Anwar. Ia menegaskan tidak memiliki koneksi apa pun dengan pihak-pihak dalam email tersebut. Ia juga menyatakan rasa syukur karena pihak luar hanya mencatut namanya secara sepihak lebih dari satu dekade lalu.
Mundurnya Peter Mandelson dan Skandal di Inggris
Dampak politik paling nyata terjadi di Inggris. Mantan duta besar Inggris untuk AS, Peter Mandelson, resmi keluar dari Partai Buruh pada hari Minggu. Langkah ini ia ambil untuk menghindari “mempermalukan lebih lanjut” partai tersebut.
Mandelson, yang sebelumnya telah kehilangan jabatan duta besar tahun lalu karena koneksinya dengan Epstein, kini menghadapi pengawasan ketat. Dokumen terbaru menunjukkan bahwa ia menerima beberapa pembayaran dari Epstein pada awal tahun 2000-an. Mandelson membantah tuduhan tersebut dan mengklaim tidak memiliki catatan atau ingatan tentang transaksi keuangan yang dimaksud.
Permintaan Maaf Ketua Olimpiade LA dan Klarifikasi Elon Musk
Ketua penyelenggara Olimpiade Los Angeles 2028, Casey Wasserman, turut menyampaikan permintaan maaf. Terungkapnya email bernada menggoda antara dirinya dengan Ghislaine Maxwell, mantan kekasih Epstein, pada tahun 2003 memicu langkah ini. Wasserman menyatakan bahwa interaksi tersebut terjadi jauh sebelum kejahatan Maxwell dan Epstein terungkap ke publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, dokumen tersebut mengungkap korespondensi email antara Epstein dan Elon Musk pada November 2012. Dalam email tersebut, Epstein menanyakan berapa banyak orang yang akan Musk bawa menggunakan helikopter menuju pulau pribadinya. Musk menjawab dengan menanyakan kapan “pesta paling liar” akan berlangsung.
Menanggapi hal ini di platform X, Musk menyatakan bahwa ia sadar orang bisa salah mengartikan korespondensi lamanya. Namun, ia menekankan fokus utamanya adalah menuntut siapa pun yang melakukan kejahatan serius terhadap anak di bawah umur bersama Epstein agar hukum memproses mereka secara adil.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















