Skandal Dokumen Epstein Meluas: Rencana Pesta Liar Elon Musk

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis kredibilitas di Washington. Sekretaris Perdagangan AS Howard Lutnick menghadapi penyelidikan intensif Kongres setelah terungkapnya kunjungan makan siang ke pulau pribadi Jeffrey Epstein yang bertentangan dengan pernyataan publik sebelumnya. Dok: Istimewa.

Krisis kredibilitas di Washington. Sekretaris Perdagangan AS Howard Lutnick menghadapi penyelidikan intensif Kongres setelah terungkapnya kunjungan makan siang ke pulau pribadi Jeffrey Epstein yang bertentangan dengan pernyataan publik sebelumnya. Dok: Istimewa.

WASHINGTON/LONDON, POSNEWS.CO.ID – Gelombang pengungkapan dokumen Departemen Kehakiman AS (DOJ) terkait Jeffrey Epstein terus memakan korban reputasi. Dokumen terbaru rilis pada Jumat (30/1). Setelah menyoroti komunikasi hangat Elon Musk, berkas ini kini menyeret nama besar politik Inggris: Peter Mandelson.

Mandelson menghadapi pertanyaan baru yang lebih berat. Sebelumnya, pemerintah memecatnya sebagai duta besar Inggris untuk Washington bulan lalu akibat skandal ini. Dokumen tersebut mengungkapkan fakta baru. Epstein mengirimkan transfer bank bernilai ribuan poundsterling kepada suami Mandelson, Reinaldo Avila da Silva, pada tahun 2009 dan 2010.

“Pinjaman” untuk Sekolah Osteopati

Dataset terbaru menunjukkan da Silva mengirim email kepada Epstein pada 7 September 2009. Saat itu, Epstein baru dua bulan bebas dari penjara atas kasus prostitusi anak di bawah umur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam email tersebut, da Silva meminta Epstein membiayai kursus osteopati dan pengeluaran lainnya.

“Saya baru saja berhasil berbicara dengan kantor biaya di sekolah osteo. Saya mengonfirmasi bahwa biaya tahunan saya adalah £3.225,” tulis da Silva. Ia juga melampirkan detail rekening bank.

Baca Juga :  TECNO Resmi Meluncurkan MEGABOOK K14S Bertenaga Core i9

Epstein merespons pada hari yang sama dengan singkat: “Saya akan mentransfer jumlah pinjaman Anda segera.”

Keesokan harinya, da Silva kembali bertanya mengenai pembayaran £10.000. Ia ingin memastikan apakah jumlah itu sudah termasuk biaya sekolah. Epstein menjawab, “termasuk”.

Intervensi Mandelson: “Harus Berupa Pinjaman”

Keterlibatan langsung Mandelson dalam korespondensi tersebut semakin memberatkannya. Suaminya mengirimkan detail kursus. Kemudian, Mandelson mengirim email kepada Epstein dengan instruksi spesifik.

“Ingatkan dia. Untuk menghindari pengajuan pajak hadiah (gift-tax), itu harus berupa pinjaman,” tulis Mandelson. Saat itu, ia menjabat sebagai Menteri Bisnis Inggris.

Aliran dana terus berlanjut. Pada April 2010, Epstein memerintahkan akuntannya untuk mengirim $13.000 ke da Silva. Ia juga memberikan instruksi untuk mentransfer $2.000 setiap bulan.

Mandelson Minta Maaf: “Saya Salah Percaya Padanya”

Mandelson mengeluarkan pernyataan penyesalan pada hari Jumat. Ia merespons bukti yang tak terbantahkan ini.

“Saya salah mempercayai Epstein setelah hukumannya. Selain itu, melanjutkan hubungan dengannya setelah masa hukuman tersebut juga merupakan sebuah kesalahan,” kata Mandelson. “Saya meminta maaf tanpa syarat karena melakukan hal itu kepada para wanita dan gadis yang menderita.”

Baca Juga :  Suap Rp40 Miliar Dibongkar, MA Batalkan Vonis Lepas Korupsi Korporasi CPO

Meski demikian, ia bersikeras tidak pernah terlibat dalam kejahatan Epstein. Ia mengklaim baru mengetahui “kebenaran sebenarnya” setelah kematian pemodal tersebut.

Elon Musk: Rencana Pesta dan Helikopter

Di sisi lain Atlantik, dokumen yang sama juga menekan Elon Musk. Email tahun 2012-2013 menunjukkan komunikasi akrab antara CEO Tesla itu dengan Epstein. Hal ini kontradiktif dengan klaim Musk sebelumnya bahwa ia selalu menolak Epstein.

Dalam pertukaran email, Musk bertanya, “Hari/malam apa yang akan menjadi pesta terliar di pulaumu?” Pertanyaan ini merujuk pada pulau pribadi Epstein, Little St James. Epstein bahkan menawarkan penggunaan helikopternya.

Musk menulis, “Undangan sangat dihargai, tetapi pengalaman pulau yang damai adalah kebalikan dari apa yang saya cari.” Pernyataan ini mengindikasikan keinginannya untuk “melepas penat” dan berpesta.

Fakta-fakta baru ini menempatkan Musk dan Mandelson dalam sorotan tajam. Hal ini membuktikan bahwa jaring pengaruh Epstein menjerat tokoh-tokoh paling kuat di dunia teknologi dan politik. Jangkauannya jauh lebih dalam daripada dugaan publik sebelumnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma
Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:10 WIB

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Berita Terbaru

Ilustrasi, Korea Utara menguji coba rudal hipersonik Hwasong-11Ma di bawah pantauan Kim Jong Un. Simak tanggapan Korea Selatan dan rencana diplomasi Trump.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:10 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz hadapi krisis politik usai kekalahan parah Partai CDU di pemilu regional. Simak rincian analisis perolehan suara AfD. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:43 WIB