Trump Danai Studi Vaksin Bayi $1,6 Juta di Tengah Krisis Hepatitis B

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

BISSAU, POSNEWS.CO.ID – Komunitas kesehatan global kembali terguncang oleh kontroversi etika medis. Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan pendanaan sebesar $1,6 juta untuk sebuah studi vaksinasi hepatitis B pada bayi baru lahir di Guinea-Bissau, Afrika Barat.

Sekilas, bantuan ini tampak mulia. Namun, para peneliti memiliki pandangan berbeda. Mereka menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang “sangat tidak etis” dan “berisiko ekstrem”.

Studi ini muncul menyusul perubahan kebijakan drastis di Amerika Serikat. Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengubah rekomendasi vaksin hepatitis B saat lahir. Kini, hal itu menjadi keputusan “individual”, bukan lagi kewajiban universal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan ini merupakan bagian dari perombakan besar-besaran imunisasi anak. Menteri Kesehatan AS, Robert F. Kennedy Jr., memimpin langsung inisiatif tersebut. Faktanya, ia dikenal luas sebagai aktivis anti-vaksin yang vokal.

Eksperimen pada Populasi Rentan

Kritik utama tertuju pada lokasi dan metode penelitian. Guinea-Bissau adalah negara dengan sistem kesehatan yang rapuh. Tercatat, hampir satu dari lima orang dewasa di sana hidup dengan virus hepatitis B.

Baca Juga :  Es Kue Jadul Diduga Berbahan Spons, Gegerkan Warga Kemayoran - Polisi Turun Tangan

Gavin Yamey, profesor kesehatan global di Duke Global Health Institute, mengecam keras. “Menguji vaksin yang sudah mapan di negara dengan tingkat hepatitis B tinggi berbau sikap neokolonialis,” tegasnya.

Para ahli menilai penelitian ini tidak perlu. Pasalnya, efektivitas dan keamanan vaksin hepatitis B saat lahir sudah terbukti selama puluhan tahun.

Oleh karena itu, menahan intervensi penyelamat nyawa dari sebagian bayi dalam uji coba acak adalah pelanggaran etika berat. “Sangat tidak etis memilih memberikan vaksin kepada sebagian anak tetapi tidak kepada yang lain,” ujar Paul Offit, dokter di Rumah Sakit Anak Philadelphia.

Agenda Anti-Vaksin RFK Jr.?

Banyak pihak mencurigai adanya agenda politik di balik studi ini. Robert F. Kennedy Jr. (RFK Jr.) memiliki keyakinan kuat bahwa vaksin menyebabkan bahaya.

Lantas, para ilmuwan khawatir RFK Jr. akan memutarbalikkan hasil studi tersebut. Ia bisa menggunakannya untuk membenarkan kebijakannya menunda vaksinasi di AS.

“Dia memiliki keyakinan tetap dan tidak berubah bahwa vaksin menyebabkan bahaya. Dia akan melakukan segala cara untuk membuktikannya,” tambah Offit.

Baca Juga :  Sembilan Orang Kritis Setelah Tabrakan Kereta Penumpang

Studi ini akan dijalankan oleh Bandim Health Project. Proyek ini dipimpin oleh peneliti Denmark, Peter Aaby dan Christine Stabell Benn. Sebelumnya, mereka pernah menerbitkan studi kontroversial yang mengaitkan vaksin DTP dengan kematian anak perempuan. Meski demikian, klaim itu kemudian mereka bantah sendiri dalam penelitian lanjutan.

Risiko Kanker Hati pada Bayi

Dampak nyata dari penundaan vaksinasi ini sangat mengerikan. Jika bayi terinfeksi hepatitis B pada tahun pertama kehidupan, peluang mereka mengembangkan sirosis atau kanker hati mencapai 90 persen.

Andrew Pollard dari Universitas Oxford menekankan urgensi vaksinasi segera. “Prioritas seharusnya adalah meningkatkan vaksinasi dosis lahir,” katanya.

Di Guinea-Bissau, hanya sekitar 17 persen bayi yang menerima dosis lahir. Padahal, virus ini bisa menular hanya lewat kontak permukaan dan bertahan hidup selama seminggu di luar tubuh.

Kini, dunia menyaksikan dengan cemas. Keputusan politik di Washington berpotensi mempertaruhkan nyawa ribuan bayi di Afrika. Tampaknya, nyawa mereka menjadi taruhan demi sebuah pembuktian ideologis yang berbahaya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer
Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza
Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan
Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis
Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya
14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:37 WIB

Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan

Berita Terbaru

Rampungnya proses syuting Elden Ring. Sutradara Alex Garland dan studio A24 menyelesaikan tahapan pengambilan gambar film adaptasi game bernilai 100 juta dolar AS. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring

Sabtu, 1 Agu 2026 - 13:24 WIB