TANGERANG SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Malam itu seharusnya menjadi perjalanan biasa bagi seorang pengemudi taksi online berinisial AA.
Namun, pesanan penumpang dari Ciledug menuju Pamulang justru berubah menjadi tragedi.
AA menjadi korban pembegalan di Jalan Alam Segar I, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban diserang penumpang yang memesan perjalanan menggunakan akun atas nama orang lain.
Tragisnya, AA mengalami sejumlah luka tusuk dan akhirnya meninggal dunia. Sementara itu, mobil Toyota Calya warna hitam keluaran 2025 miliknya dibawa kabur pelaku.
Berawal dari Pesanan Taksi Online
Peristiwa bermula ketika AA menerima pesanan perjalanan dari kawasan Ciledug menuju Pamulang melalui aplikasi.
Penumpang menggunakan akun milik orang lain dengan alasan dipesankan oleh temannya. Selain itu, penumpang memilih metode pembayaran secara tunai.
Dalam perjalanan, sempat terjadi perselisihan antara korban dan penumpang. Perselisihan tersebut berkaitan dengan lokasi tujuan yang disebut tidak sesuai dengan titik pada peta aplikasi.
Setibanya di kawasan Pamulang, penumpang kemudian berpura-pura turun untuk mengambil uang guna membayar ongkos perjalanan.
Pelaku bahkan meninggalkan tas di dalam mobil sebagai jaminan. Situasi itu diduga membuat korban tidak menaruh curiga.
Penumpang Mendadak Menyerang
Namun, situasi berubah ketika pelaku kembali masuk ke mobil.
Menurut informasi yang diterima polisi, pelaku tiba-tiba menyerang AA. Korban dicekik kemudian ditusuk menggunakan senjata tajam ke arah kepala dan tangan.
Dalam kondisi terluka, korban kemudian ditendang keluar dari kendaraan. Pelaku selanjutnya membawa kabur Toyota Calya milik korban.
AA yang mengalami luka parah kemudian meminta pertolongan warga. Warga yang menemukan korban dalam kondisi berlumuran darah segera memberikan bantuan dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
Namun, nyawa AA akhirnya tidak tertolong. Laporan terbaru pada Kamis (8/10) menyebut korban meninggal dunia setelah menjadi korban pembegalan tersebut.
Polisi Buru Pelaku
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim sebelumnya membenarkan penanganan kasus tersebut.
“Kasusnya sedang kami tangani, mohon doanya,” kata Abdul Rahim, Senin (5/10/2026).
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Petugas juga perlu mengungkap identitas penumpang yang menggunakan akun aplikasi milik orang lain tersebut.
Karena itu, polisi akan mendalami berbagai petunjuk untuk mengungkap pelaku, termasuk kronologi perjalanan, identitas akun pemesan, serta keberadaan mobil korban.
Kasus ini menjadi peringatan bagi para pengemudi transportasi online untuk tetap waspada, terutama ketika menerima pesanan pada dini hari dan mendapati identitas pemesan tidak sesuai dengan orang yang berada di dalam kendaraan. **
Editor : Hadwan













