Strategi Unifikasi Beijing: Tiongkok Pertegas Perlawanan Terhadap Kemerdekaan Taiwan dan Intervensi Asing

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambisi militer Beijing. Tiongkok meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 7 persen guna mempercepat modernisasi pasukan dan kesiapan tempur, sembari mempertegas posisi keras terhadap kemerdekaan Taiwan. Dok: Istimewa.

Ambisi militer Beijing. Tiongkok meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 7 persen guna mempercepat modernisasi pasukan dan kesiapan tempur, sembari mempertegas posisi keras terhadap kemerdekaan Taiwan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Tiongkok secara resmi mempertegas posisi diplomatik dan keamanan nasionalnya. Melalui pembukaan sidang parlemen tahunan di Beijing, pemerintah berkomitmen melawan secara tegas setiap upaya separatisme yang mengarah pada kemerdekaan Taiwan.

Pemerintah mengajukan laporan kerja ke Kongres Rakyat Nasional (NPC) yang menekankan pentingnya menjaga integritas kedaulatan Tiongkok di tengah dinamika global yang memanas. Oleh karena itu, Beijing menyatakan akan menentang keras segala bentuk intervensi asing yang mencoba mencampuri urusan internal Selat Taiwan.

Penegasan Prinsip Satu Tiongkok dan Konsensus 1992

Laporan tersebut menyoroti perlunya implementasi penuh kebijakan menyeluruh Partai Komunis Tiongkok di era baru guna menyelesaikan masalah Taiwan. Pemerintah menegaskan kembali komitmen teguh mereka pada Prinsip Satu Tiongkok dan Konsensus 1992 sebagai landasan utama dialog.

Selanjutnya, Tiongkok bersumpah untuk terus mempromosikan pembangunan damai dalam hubungan lintas selat. Tujuan akhirnya adalah memajukan agenda besar reunifikasi nasional secara terstruktur. Fokus utama Beijing tetap pada stabilitas regional sembari menjaga garis merah kedaulatan yang tidak dapat ditawar oleh pihak manapun.

Baca Juga :  Dua Kasus Viral Terungkap: Remaja Hilang Ditemukan, Begal Lansia Bukan Perampokan

Tata Kelola Hong Kong dan Makau oleh Tokoh Patriot

Selain isu Taiwan, Tiongkok juga memberikan perhatian serius terhadap dua Wilayah Administratif Khusus (SAR), yaitu Hong Kong dan Makau. Pemerintah akan terus mengimplementasikan prinsip “Satu Negara, Dua Sistem” secara resolut dan konsisten.

Laporan tersebut menekankan langkah nyata untuk memastikan para “patriot” mengelola Hong Kong dan Makau. Hal ini bertujuan agar tata kelola kedua wilayah tersebut berjalan lebih efektif dan selaras dengan hukum yang berlaku. Beijing menilai kepemimpinan yang berorientasi nasionalisme Tiongkok sangat krusial guna mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan di wilayah pesisir tersebut.

Baca Juga :  Perang Dagang Batal Meletus: China dan Uni Eropa Sepakati Soft Landing

Integrasi Ekonomi dan Kekuatan Unik Wilayah

Pemerintah pusat mendukung penuh langkah Hong Kong dan Makau untuk berintegrasi lebih baik ke dalam rencana pembangunan nasional Tiongkok secara keseluruhan. Strategi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Tiongkok di kancah internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, laporan tersebut mendorong kedua wilayah untuk memaksimalkan keunggulan unik serta peran penting mereka sebagai jembatan ekonomi global. Melalui sinergi antara kedaulatan politik pusat dan otonomi ekonomi daerah, Tiongkok berambisi menciptakan ekosistem pembangunan yang tangguh. Dunia internasional kini memantau dengan cermat bagaimana implementasi kebijakan ini akan memengaruhi iklim bisnis dan kebebasan sipil di Hong Kong dan Makau di sisa tahun 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perang Timur Tengah Hari Ke-6: Gempuran Infrastruktur Teheran dan Kegagalan Resolusi Senat AS
Teknologi Lahan Basah Buatan: Rahasia Akar Alami dalam Memurnikan Limbah Air
Modus Periksa Surat Kendaraan, Polisi Gadungan Kakak-Adik Bunuh Pemancing di Bandung
Polri Pererat Silaturahmi dengan Warga, Progres SMA Kemala Taruna Bhayangkara 60 Persen
Upaya Mediasi Prabowo untuk Redakan Konflik AS–Iran Didukung Negara Timur Tengah
Misteri Menguap Menular: Mengapa Otak Perlu Pendingin dan Kaitan Erat dengan Empati Manusia
Rampungkan 10 Rekomendasi Reformasi Polri, Jimly Serahkan ke Presiden Sebelum Lebaran
Simfoni Batu dan Besi: Menelusuri Evolusi Wajah Arsitektur Inggris Selama Seribu Tahun

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:37 WIB

Perang Timur Tengah Hari Ke-6: Gempuran Infrastruktur Teheran dan Kegagalan Resolusi Senat AS

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:34 WIB

Strategi Unifikasi Beijing: Tiongkok Pertegas Perlawanan Terhadap Kemerdekaan Taiwan dan Intervensi Asing

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:26 WIB

Teknologi Lahan Basah Buatan: Rahasia Akar Alami dalam Memurnikan Limbah Air

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:02 WIB

Modus Periksa Surat Kendaraan, Polisi Gadungan Kakak-Adik Bunuh Pemancing di Bandung

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:39 WIB

Polri Pererat Silaturahmi dengan Warga, Progres SMA Kemala Taruna Bhayangkara 60 Persen

Berita Terbaru