Strategi Unifikasi Beijing: Tiongkok Pertegas Perlawanan Terhadap Kemerdekaan Taiwan dan Intervensi Asing

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Tiongkok secara resmi mempertegas posisi diplomatik dan keamanan nasionalnya. Melalui pembukaan sidang parlemen tahunan di Beijing, pemerintah berkomitmen melawan secara tegas setiap upaya separatisme yang mengarah pada kemerdekaan Taiwan.

Pemerintah mengajukan laporan kerja ke Kongres Rakyat Nasional (NPC) yang menekankan pentingnya menjaga integritas kedaulatan Tiongkok di tengah dinamika global yang memanas. Oleh karena itu, Beijing menyatakan akan menentang keras segala bentuk intervensi asing yang mencoba mencampuri urusan internal Selat Taiwan.

Penegasan Prinsip Satu Tiongkok dan Konsensus 1992

Laporan tersebut menyoroti perlunya implementasi penuh kebijakan menyeluruh Partai Komunis Tiongkok di era baru guna menyelesaikan masalah Taiwan. Pemerintah menegaskan kembali komitmen teguh mereka pada Prinsip Satu Tiongkok dan Konsensus 1992 sebagai landasan utama dialog.

Selanjutnya, Tiongkok bersumpah untuk terus mempromosikan pembangunan damai dalam hubungan lintas selat. Tujuan akhirnya adalah memajukan agenda besar reunifikasi nasional secara terstruktur. Fokus utama Beijing tetap pada stabilitas regional sembari menjaga garis merah kedaulatan yang tidak dapat ditawar oleh pihak manapun.

Tata Kelola Hong Kong dan Makau oleh Tokoh Patriot

Selain isu Taiwan, Tiongkok juga memberikan perhatian serius terhadap dua Wilayah Administratif Khusus (SAR), yaitu Hong Kong dan Makau. Pemerintah akan terus mengimplementasikan prinsip “Satu Negara, Dua Sistem” secara resolut dan konsisten.

Laporan tersebut menekankan langkah nyata untuk memastikan para “patriot” mengelola Hong Kong dan Makau. Hal ini bertujuan agar tata kelola kedua wilayah tersebut berjalan lebih efektif dan selaras dengan hukum yang berlaku. Beijing menilai kepemimpinan yang berorientasi nasionalisme Tiongkok sangat krusial guna mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan di wilayah pesisir tersebut.

Baca Juga :  Bagaimana Epstein Gunakan Kampus Elite untuk Rekrut Korban

Integrasi Ekonomi dan Kekuatan Unik Wilayah

Pemerintah pusat mendukung penuh langkah Hong Kong dan Makau untuk berintegrasi lebih baik ke dalam rencana pembangunan nasional Tiongkok secara keseluruhan. Strategi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Tiongkok di kancah internasional.

Bahkan, laporan tersebut mendorong kedua wilayah untuk memaksimalkan keunggulan unik serta peran penting mereka sebagai jembatan ekonomi global. Melalui sinergi antara kedaulatan politik pusat dan otonomi ekonomi daerah, Tiongkok berambisi menciptakan ekosistem pembangunan yang tangguh. Dunia internasional kini memantau dengan cermat bagaimana implementasi kebijakan ini akan memengaruhi iklim bisnis dan kebebasan sipil di Hong Kong dan Makau di sisa tahun 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi
Polda Metro Sikat 141 Curanmor, 317 Ditangkap – Muncul Pertanyaan Efektivitas Pencegahan
Paus Leo XIV Desak Penghormatan Migran dan Hukum Internasional
Rekrutmen Disabilitas Polri Diperluas, Jabatan Struktural Mulai Dibuka
Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia
Usia Pensiun Polri Naik, Wamenkum Jelaskan Isi Revisi UU Polri
Rapat Koordinasi DPR dan Danantara: Menata Kebijakan Ekspor
KPK Sita Valas dan Rekening Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Edison di Muara Enim

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:46 WIB

Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:40 WIB

Polda Metro Sikat 141 Curanmor, 317 Ditangkap – Muncul Pertanyaan Efektivitas Pencegahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:39 WIB

Paus Leo XIV Desak Penghormatan Migran dan Hukum Internasional

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:46 WIB

Rekrutmen Disabilitas Polri Diperluas, Jabatan Struktural Mulai Dibuka

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:24 WIB

Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia

Berita Terbaru

Pesan kemanusiaan dari Beirut. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan seruan langsung yang langka kepada Israel untuk menghentikan perang dan memulai jalur diplomasi resmi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi

Selasa, 9 Jun 2026 - 17:46 WIB

Ilustrasi, Pesan kemanusiaan dari Madrid. Paus Leo XIV menyampaikan pidato bersejarah di hadapan parlemen Spanyol untuk membela hak migran dan hukum internasional di tengah polarisasi politik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Desak Penghormatan Migran dan Hukum Internasional

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:39 WIB

Saling balas serangan di hulu energi. Ukraina membombardir terminal minyak utama Rusia sementara Roman Abramovich terungkap menjadi utusan damai rahasia antara Kyiv dan Moskow. Dok: (Ukrainian Emergency Service via AP)

INTERNASIONAL

Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia

Selasa, 9 Jun 2026 - 15:24 WIB