Sembilan Orang Kritis Setelah Tabrakan Kereta Penumpang

Senin, 22 Juni 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi transportasi di Inggris. Sembilan orang berada dalam kondisi kritis dan seorang masinis meninggal dunia pasca-tabrakan dua kereta penumpang di Inggris Tengah. Dok: (Jamie Lashmar/PA via AP)

Tragedi transportasi di Inggris. Sembilan orang berada dalam kondisi kritis dan seorang masinis meninggal dunia pasca-tabrakan dua kereta penumpang di Inggris Tengah. Dok: (Jamie Lashmar/PA via AP)

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Sembilan orang berada dalam kondisi kritis pasca-tabrakan dua kereta penumpang di Inggris Tengah. Kepala Polisi Transportasi Inggris Lucy D’Orsi mengonfirmasi bahwa masinis salah satu lokomotif meninggal dunia di lokasi.

Petugas medis merawat lebih dari 80 orang di beberapa rumah sakit akibat luka-luka. Hingga Sabtu kemarin, sebanyak 28 korban masih menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan dokter.

Duka Cita dari Istana

Pihak Istana Buckingham menyatakan rasa duka cita yang mendalam dari Raja Charles III atas musibah ini. Raja menyampaikan simpati yang tulus kepada keluarga korban meninggal serta seluruh penumpang yang mengalami luka.

Penyelidikan Penyebab Tabrakan

Polisi bersama tim penyelidik kecelakaan bekerja keras untuk mengungkap penyebab peristiwa maut ini. Mereka fokus menyelidiki mengapa kereta komuter arah Stasiun St. Pancras London menabrak bagian belakang kereta lain. Kedua kereta api itu berjalan menuju arah tujuan yang sama sebelum tabrakan berlangsung.

Kesaksian Mencekam Penumpang

Beberapa rekaman video di media sosial menunjukkan puluhan orang berdiri di samping jalur kereta api. Mobil-mobil penyelamat juga tampak memenuhi jalan raya paralel di dekat lokasi tabrakan.

Seorang penumpang bernama Peter Knapp menceritakan bagaimana benturan keras melempar tubuhnya ke depan secara mendadak. Knapp melihat banyak penumpang lain menderita patah tulang serta mengalami pendarahan hebat.

“Banyak orang menangis dan berteriak karena mereka merasa sangat ketakutan dan bingung,” ujar Knapp. Ia juga menyaksikan beberapa korban tidak mampu berbicara karena menderita patah kaki.

Baca Juga :  Tiket Kapal Wajib Online, ASDP Siagakan 67 Kapal Hadapi Arus Nataru 2025/2026

Penumpang lain bernama Brett Byatt menyampaikan kesaksian serupa kepada kantor berita BBC. Byatt menjelaskan hanya sedikit penumpang yang berhasil selamat tanpa luka di dalam gerbongnya.

“Hampir semua orang menderita luka robek serius yang mengeluarkan banyak darah,” tambah Byatt dengan ngeri. Ia juga melihat seorang wanita mengalami patah kaki yang parah.

Rekor Keamanan Kereta Inggris

Inggris sebenarnya memegang rekor keselamatan kereta api paling baik di dunia dalam beberapa tahun belakangan. Sebelumnya, satu korban jiwa melayang akibat tabrakan dua kereta di wilayah Wales pada Oktober 2024. Peristiwa itu menjadi kecelakaan fatal pertama yang melibatkan banyak kereta dalam kurun waktu 25 tahun.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru
Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma
Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:58 WIB

Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 11:37 WIB

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Berita Terbaru

Charles Spencer merilis buku memoar baru tentang Putri Diana dan membongkar tuduhan terhadap Raja Charles III. Simak tanggapan resmi Istana Buckingham. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru

Rabu, 23 Sep 2026 - 15:58 WIB