POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Amerika Serikat memperluas doktrin pertahanan militer hingga ke wilayah antariksa. Penasihat militer Presiden Donald Trump meminta pasukan bersiap menghadapi konflik dari orbit bumi hingga area sekitar Bulan.
Doktrin Pertahanan Cislunar dan Kesiapan Tempur
Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine menegaskan pentingnya adaptasi militer AS secara cepat. Pihaknya meminta pasukan siap bertempur dan menang mulai dari dasar laut hingga ruang cislunar.
Sementara itu, Letnan Jenderal Gregory Gagnon menegaskan kesiapan Angkatan Luar Angkasa AS (Space Force). Gagnon menyebut militer bertugas melindungi kepentingan Amerika Serikat seiring dalamnya penjelajahan manusia di antariksa. Pengumuman ini menyusul pengakuan Sekretaris Angkatan Udara Troy Meink terkait penempatan senjata berbasis orbit pekan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perluasan Personel dan Respons Diplomatik Tiongkok
Angkatan Luar Angkasa AS berencana menggandakan jumlah personel militer dalam kurun lima tahun mendatang. Jumlah anggota diproyeksikan mencapai sekitar $25.000$ prajurit untuk memperkuat Komando Pasukan Tempur.
Namun, langkah pembentukan persenjataaan ini memicu penolakan keras dari pihak Tiongkok. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun menegaskan komitmen negaranya terhadap pemanfaatan luar angkasa secara damai. Oleh karena itu, Tiongkok mendesak pemerintah Amerika Serikat menghentikan persiapan militerisasi di antariksa.
Hukum Internasional dan Traktat Luar Angkasa 1967
Rencana penempatan persenjataaan ini berisiko melanggar kesepakatan internasional terkait penggunaan antariksa. Traktat Luar Angkasa 1967 mengatur penggunaan benda langit seperti Bulan secara eksklusif untuk tujuan damai.
Selain itu, traktat tersebut melarang penempatan senjata pemusnah massal di kawasan orbit luar angkasa. Gagnon menegaskan militer AS akan tetap menjalankan operasi antariksa secara aman dan bertanggung jawab. Dengan demikian, persaingan kekuatan militer di ruang angkasa diprediksi akan semakin tajam.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













