Tabrakan KA Bekasi Timur, Polisi Periksa Manajemen Green SM – Kasus Naik Penyidikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Posnews/Ist)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya terus mengusut tuntas tragedi tabrakan maut yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).

Terbaru, polisi membuka peluang memeriksa manajemen taksi Green SM guna mendalami standar operasional hingga sistem rekrutmen pengemudi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, penyidik tak hanya fokus pada sopir, tetapi juga akan menguliti manajemen perusahaan.

“Kami dalami SOP perekrutan, pelatihan, hingga sistem pelayanan. Semua akan kami kaji,” ujarnya di kawasan Monas, Kamis (30/4/2026).

Polisi Bidik SOP dan Rekrutmen Sopir

Sejauh ini, polisi sudah memeriksa sopir taksi berinisial RRP. Namun, penyidik masih menetapkannya sebagai saksi.

Fakta terbaru mengungkap, RRP baru bekerja dua hari sebelum insiden terjadi.

Selain itu, RRP hanya menjalani pelatihan singkat selama satu hari. Materinya pun terbatas pada pengenalan dasar kendaraan listrik, seperti menyalakan mesin, penggunaan lampu, hingga parkir.

Baca Juga :  220 Paket Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis, Polri Hadir untuk Lansia di Semarang

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendalaman terus kami lakukan untuk memastikan kelayakan pengemudi,” tegas Budi.

Meski demikian, hasil tes menunjukkan tidak ada kandungan alkohol dalam tubuh sopir. Karena statusnya masih saksi, polisi belum melakukan penahanan dan masih membutuhkan keterangannya.

Kasus Naik Penyidikan, 24 Saksi Diperiksa

Di sisi lain, polisi resmi meningkatkan status kasus kecelakaan maut ini ke tahap penyidikan. Keputusan itu diambil setelah penyidik mengantongi sejumlah alat bukti awal, termasuk rekaman CCTV.

“Perkara sudah naik ke penyidikan. Kami sudah olah TKP, periksa saksi, dan kumpulkan barang bukti,” jelas Budi.

Hingga kini, sebanyak 24 saksi telah diperiksa. Selanjutnya, tujuh saksi tambahan juga dimintai keterangan, mulai dari petugas Pusdalops, PPKA, petugas sinyal, hingga masinis KRL dan KA.

Baca Juga :  Batas Kebebasan Bicara Disorot, Pigai: Ada Risiko Hukum Jika Ganggu Stabilitas

Libatkan Puslabfor, Selidiki Gangguan Teknis

Tak berhenti di situ, polisi juga menggandeng Puslabfor Mabes Polri untuk menguak penyebab pasti kecelakaan.

Tim forensik menelusuri kemungkinan gangguan teknis, termasuk sistem sinyal dan kelistrikan di lokasi kejadian.

Sebagai informasi, kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur ini menewaskan 16 orang dan melukai 84 lainnya.

Insiden ini menjadi salah satu tragedi transportasi paling memilukan sepanjang 2026.

Sementara itu, penyidik terus mengembangkan kasus guna mengungkap pihak yang paling bertanggung jawab.

Polisi memastikan proses hukum berjalan transparan dan profesional demi memberikan keadilan bagi para korban. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

May Day 2026 di Monas, Buruh Bawa 11 Tuntutan – Prabowo Janjikan Kejutan
Amerika Serikat Kini Jadi Pemasok Utama Naphtha Korea Selatan
Banjir Bogor Hari Ini, Kali Cibeber Meluap – 168 Warga Citeureup Terdampak
Sayap Tradisi di Langit Delhi: Menjaga Kabootarbaazi
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Diguyur Hujan – Waspada Petir dan Angin Kencang
Sedikitnya 358 Orang Dieksekusi di Bawah Rezim Kim Jong Un
Polisi Terapkan Pengamanan Humanis saat May Day 2026 di Jakarta – Kerahkan 24 Ribu Personel
Operasi Senyap! 16 WNA Pelaku Love Scamming Diciduk Imigrasi di Resort Sukabumi

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:32 WIB

May Day 2026 di Monas, Buruh Bawa 11 Tuntutan – Prabowo Janjikan Kejutan

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:30 WIB

Amerika Serikat Kini Jadi Pemasok Utama Naphtha Korea Selatan

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:55 WIB

Banjir Bogor Hari Ini, Kali Cibeber Meluap – 168 Warga Citeureup Terdampak

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:39 WIB

Tabrakan KA Bekasi Timur, Polisi Periksa Manajemen Green SM – Kasus Naik Penyidikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:27 WIB

Sayap Tradisi di Langit Delhi: Menjaga Kabootarbaazi

Berita Terbaru

Adaptasi energi di tengah perang. Korea Selatan mengalihkan ketergantungan impor naphtha dari Timur Tengah ke Amerika Serikat guna mengamankan bahan baku industri petrokimia saat konflik Iran melumpuhkan jalur pasokan tradisional. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat Kini Jadi Pemasok Utama Naphtha Korea Selatan

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:30 WIB

Melintasi waktu di langit India. Di tengah kepungan modernitas New Delhi, sekelompok pria terus melestarikan Kabootarbaazi, tradisi melatih merpati peninggalan era Mughal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dok: REUTERS/Bhawika Chhabra.

INTERNASIONAL

Sayap Tradisi di Langit Delhi: Menjaga Kabootarbaazi

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:27 WIB