Tambal 3.652 Jalan Berlubang di Jaktim, Publik Soroti Kualitas Perbaikan Bina Marga DKI

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan Belum Reda, Jalan Jakarta Kembali Berlubang Meski Ditambal Ribuan Titik. Posnews/Kominfo)

Hujan Belum Reda, Jalan Jakarta Kembali Berlubang Meski Ditambal Ribuan Titik. Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID –  Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengklaim telah menambal 3.652 titik jalan berlubang di Jakarta Timur dan 11.228 titik se-DKI.

Namun data itu justru memunculkan pertanyaan besar: mengapa lubang terus bermunculan dan perbaikan harus dilakukan berulang kali?

Fakta bahwa ribuan lubang muncul hanya dalam waktu sebulan lebih mengindikasikan masalah struktural, bukan sekadar dampak hujan.

Jika kualitas jalan dan sistem drainase memadai, curah hujan tinggi semestinya tidak langsung merusak aspal dalam waktu singkat.

Perbaikan Darurat Jadi Pola, Bukan Solusi

Dinas Bina Marga secara terbuka mengakui perbaikan yang dilakukan bersifat darurat. Ini berarti:

  • Tambalan berumur pendek
  • Lubang berpotensi muncul kembali
  • Anggaran berisiko habis untuk pekerjaan berulang

Model “tambal-sulam” seperti ini menimbulkan kesan mengejar angka kinerja, bukan menyelesaikan akar persoalan infrastruktur jalan.

Baca Juga :  PBNU Tegaskan Tak Terlibat Kasus Korupsi Kuota Haji Gus Yaqut, Hormati Proses Hukum

Luas Wilayah Bukan Pembenaran Mutlak

Alasan bahwa Jakarta Timur paling luas sehingga paling banyak lubang diperbaiki tidak sepenuhnya relevan. Luas wilayah seharusnya berbanding lurus dengan:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Kualitas perencanaan jalan
  • Ketahanan material
  • Pengawasan proyek

Jika wilayah luas selalu identik dengan kerusakan terbanyak, maka ada problem serius dalam perencanaan dan pemeliharaan jangka panjang.

Keselamatan Publik Masih Dipertaruhkan

Pemasangan marka peringatan memang membantu, tetapi tidak menyelesaikan bahaya utama. Jalan berlubang tetap berisiko menyebabkan:

  • Kecelakaan lalu lintas
  • Kerusakan kendaraan
  • Kemacetan mendadak

Artinya, keselamatan publik masih diposisikan sebagai konsekuensi, bukan prioritas utama dalam desain jalan yang tahan cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Tawuran Berdarah Antar-Remaja di Cipinang Besar Utara, Satu Orang Luka Bacok

Instruksi Gubernur Belum Terukur

Instruksi Gubernur Pramono Anung agar jalan diperbaiki segera patut diapresiasi. Namun hingga kini:

  • Tidak ada target waktu jelas
  • Tidak ada standar perbaikan permanen
  • Tidak ada evaluasi kualitas tambalan

Tanpa indikator keberhasilan, instruksi berisiko menjadi respons reaktif, bukan kebijakan strategis.

Perbaikan ribuan jalan berlubang memang menunjukkan kerja lapangan. Namun di sisi lain, hal itu juga menjadi alarm keras kegagalan sistem pemeliharaan jalan.

Selama perbaikan hanya berfokus pada tambalan darurat, Jakarta akan terus terjebak dalam siklus tahunan: hujan turun – jalan rusak – tambal cepat – rusak lagi.

Publik tidak hanya membutuhkan jalan yang cepat ditambal, tetapi jalan yang tidak mudah berlubang.

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‘Bang Jago’ Palak Pengendara di Tanah Abang, Rampas Kartu E-Toll, 2 Pelaku Dibekuk Polisi
Bongkar Jaringan Ketamine! Bareskrim Sita 6,2 Kg Ketamine di Deli Serdang, Nilai Rp18,7 Miliar
Diplomasi yang Retak: Marco Rubio Bantah Klaim Zelenskyy Soal Syarat Penyerahan Donbas
Bazar Lebaran Monas 2026! 100 Ribu Kupon Gratis, 1.000 Sepeda dan Motor Listrik Dibagikan
Kapolri Pantau Arus Balik di Bakauheni, 385 Ribu Kendaraan Belum Kembali
Serangan Siber Teheran: Peretas Iran Bobol Email Pribadi Direktur FBI Kash Patel
Cuba is Next: Donald Trump Beri Sinyal Intervensi Militer Terhadap Havana
Jepang Cabut Pembatasan Operasi PLTU Batu Bara

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:32 WIB

‘Bang Jago’ Palak Pengendara di Tanah Abang, Rampas Kartu E-Toll, 2 Pelaku Dibekuk Polisi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:13 WIB

Bongkar Jaringan Ketamine! Bareskrim Sita 6,2 Kg Ketamine di Deli Serdang, Nilai Rp18,7 Miliar

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:52 WIB

Diplomasi yang Retak: Marco Rubio Bantah Klaim Zelenskyy Soal Syarat Penyerahan Donbas

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:46 WIB

Bazar Lebaran Monas 2026! 100 Ribu Kupon Gratis, 1.000 Sepeda dan Motor Listrik Dibagikan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:31 WIB

Kapolri Pantau Arus Balik di Bakauheni, 385 Ribu Kendaraan Belum Kembali

Berita Terbaru