TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Kapal tanker minyak milik Jepang sukses menembus blokade di Selat Hormuz. Peristiwa ini menandai keberhasilan pertama sejak perang Iran menyebabkan restriksi lalu lintas maritim yang sangat ketat.
Pemerintah Jepang mengonfirmasi kapal tersebut kini sedang berlayar menuju Jepang. Selain itu, kapal tanker yang dioperasikan oleh anak perusahaan Idemitsu Kosan Co. ini membawa tiga warga negara Jepang. Langkah ini memberi harapan baru bagi industri energi Negeri Sakura di tengah krisis pasokan global.
Detail Perjalanan dan Kargo Tanker
Kapal tanker Idemitsu Maru memuat minyak mentah dari Pelabuhan Yanbu, Arab Saudi, pada awal Maret lalu. Selanjutnya, kapal tersebut sempat tertahan di lepas pantai Abu Dhabi selama lebih dari seminggu.
Namun, kapal akhirnya mulai bergerak menuju selat setelah mendapatkan izin dari otoritas Iran. Situs pelacakan MarineTraffic menunjukkan kapal sepanjang 300 meter ini melewati selat pada Selasa malam waktu setempat. Oleh karena itu, kapal membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk sampai di fasilitas Idemitsu di Prefektur Aichi, Jepang.
Diplomasi Menlu Motegi: Mendesak Jalur Bebas
Di tengah keberhasilan transit ini, Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, melakukan komunikasi penting dengan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi, pada hari Jumat. Dalam pertemuan via telepon, Motegi menekankan pentingnya jalur bebas dan aman di Selat Hormuz bagi kapal dari semua negara.
Motegi juga mendesak Iran agar mengizinkan pelintasan cepat bagi kapal-kapal lain yang masih terdampar di Teluk Persia. Hingga saat ini, Asosiasi Pemilik Kapal Jepang mencatat sekitar 39 kapal yang memiliki keterkaitan dengan Jepang masih terjebak di kawasan tersebut.
Kerentanan Energi Jepang
Jepang sangat bergantung pada minyak mentah dari Timur Tengah. Sebagian besar pasokan energi mereka biasanya melewati Selat Hormuz. Oleh sebab itu, penutupan jalur maritim ini langsung memicu lonjakan harga minyak global akibat kekhawatiran akan gangguan pasokan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebaliknya, pemerintah kini berupaya keras untuk menjaga stabilitas pengiriman minyak. Motegi secara tegas meminta Teheran untuk menjaga gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Dengan demikian, stabilitas kawasan akan membantu penurunan risiko gangguan pasokan energi lebih lanjut bagi ekonomi Jepang.
Menjaga Rantai Pasok di Tengah Gejolak
Keberhasilan transit Idemitsu Maru menjadi angin segar bagi pelaku industri energi di Jepang. Singkatnya, langkah ini menunjukkan bahwa diplomasi proaktif dan kerja sama dengan pihak terkait mampu membuahkan hasil di tengah konflik terbuka.
Dengan demikian, masyarakat industri kini memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz dengan saksama. Tokyo berharap situasi tetap kondusif agar puluhan kapal lainnya dapat segera menyusul pulang dengan aman.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












